Cerita Remaja Sumedang Telan Jarum Pentul saat Pasang Hijab di Pesantren

RSUD Sumedang
Ilustrasi RSUD Sumedang.(istimewa)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Peristiwa tak terduga dialami Pramita Himbar Dinata (13), seorang remaja putri asal Kabupaten Sumedang. Saat bersiap berangkat sekolah dan mengenakan hijab, ia tak sengaja menelan jarum pentul yang biasa digunakan untuk mengaitkan kerudung.

Insiden tersebut terjadi pada Rabu (28/1/2025) sekitar pukul 07.30 WIB di sebuah pesantren di Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang. Kala itu, Pramita tengah bersiap menuju sekolah seperti rutinitas pagi hari lainnya.

Menurut penuturan Pramita, kejadian bermula saat ia menjepit sementara jarum pentul di bibir sambil memasang hijab. Namun, ketika mengobrol dengan temannya, jarum tersebut tanpa disadari tertelan dan masuk ke saluran pencernaan.

Baca Juga:Polda Jabar Periksa Saksi Kasus Laporan yang Seret Wakil Gubernur Erwan SetiawanDari Seremoni ke Keberlanjutan: Menata Ulang Pengabdian Masyarakat Desa

“Lagi persiapan mau berangkat sekolah, pasang hijab, jarumnya ditaruh di mulut. Terus ngobrol sama teman, tiba-tiba jarumnya tertelan,” ujar Pramita seperti dipetik dari laman detik.com Kamis (29/1/2025).

Menyadari jarum telah tertelan, Pramita sempat berusaha mengeluarkannya secara manual menggunakan jari. Namun upaya tersebut tidak berhasil dan justru membuat posisi jarum semakin masuk ke dalam saluran pencernaan.

“Sempat mau diambil pakai tangan, tapi malah tambah masuk. Terus disarankan dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Meski tidak merasakan nyeri, Pramita mengaku sempat merasa tidak nyaman dan cemas. Ia kemudian dibawa ke puskesmas serta klinik terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Umar Wirahadikusumah pada Rabu sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Pihak rumah sakit langsung melakukan pemeriksaan lanjutan dan memutuskan untuk melakukan observasi medis dengan rawat inap selama satu malam.

Humas RSUD Umar Wirahadikusumah, Iman Budiman, menjelaskan bahwa kondisi pasien secara umum dalam keadaan stabil dan tidak menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan.

“Tindakan yang kami lakukan adalah observasi. Sampai saat ini, alhamdulillah kondisi pasien tidak mengkhawatirkan,” ujar Iman.

Baca Juga:Jatinangor Makin Hidup, 8 Cafe Ini Jadi Tempat Favorit MahasiswaGelap Gulita di Jalur Bandung–Garut, Kenapa Balap Liar Justru Marak di Depan Kahatex?

Berdasarkan hasil pemeriksaan rontgen, jarum pentul tersebut diketahui sudah berada di bagian bawah saluran pencernaan. Tim medis pun memilih penanganan konservatif dengan pemberian obat untuk memperlancar proses pencernaan, sehingga jarum diharapkan dapat keluar secara alami melalui buang air besar (BAB).

0 Komentar