Dari Seremoni ke Keberlanjutan: Menata Ulang Pengabdian Masyarakat Desa

Yulianna Puspitasari, drh., M.VSc., Ph.D.
Yulianna Puspitasari, drh., M.VSc., Ph.D.
0 Komentar

Pendekatan berkelanjutan juga membuka ruang kolaborasi lintas pihak. Pemerintah desa, kelompok peternak, perguruan tinggi dan pemangku kepentingan lainnya dapat membangun sinergi yang saling menguatkan.

Dengan kolaborasi tersebut, peningkatan produktivitas ternak tidak hanya menjadi target teknis, tetapi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Model desa binaan tidak harus berhenti pada satu desa. Jika dirancang dengan matang, pendekatan ini dapat direplikasi ke desa-desa lain dengan karakteristik serupa. Setiap desa memang memiliki konteks yang berbeda, tetapi prinsip dasarnya sama: pemberdayaan membutuhkan proses, dan proses membutuhkan keberlanjutan.

Baca Juga:Jatinangor Makin Hidup, 8 Cafe Ini Jadi Tempat Favorit MahasiswaGelap Gulita di Jalur Bandung–Garut, Kenapa Balap Liar Justru Marak di Depan Kahatex?

Sudah saatnya keberhasilan pengabdian Masyarakat dikukur dari perubahan nyata yang dirasakan oleh masyarakat, bukan dari jumlah kegiatan yang dilaksanakan. Pengabdian akan bermakna ketika dirancang sebagai perjalanan panjang, buka agenda sesaat. Desa binaan bukan sekedar label program, melainkan komitmen untuk tumbuh bersama msyarakat desa.

Laman:

1 2
0 Komentar