JATINANGOR EKSPRES, PERISTIWA – Baru-baru ini beredar sebuah video yang tersebar luas di media sosial yang menunjukan seorang pria tengah mengacungkan sebuah golok ke arah Walikota Bekasi. Tri Adhianto.
Kejadian tersebut terjadi di ilayah Teluk Pucung, Bekasi Utara, pada Minggu, 8 Februari 2026. Video tersebut langsung menyebar cepat dan membuat perhatian publik serta beragam reaksi dari warganet.
Dalam video yang beredar, tampak suasana penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bersama petugas Satpol PP. Namun, proses penertiban tersebut mendapat penolakan dari salah satu pedagang kaki lima.
Baca Juga:Ratusan Warga Cirebon Hadang Konvoi Diduga Geng Motor, Sejumlah Motor DibakarMobil Dilalap Api di Tol Purbaleunyi KM 127, Arus Lalu Lintas Terganggu
Saat pembongkaran lapak sedang berlangsung, tiba-tiba datang seorang pria berusia sekitar 60 tahun berbaju merah yang terlihat marah dan emosional. Ia memprotes petugas karena tidak ingin tempat penyimpanan kelapanya dibongkar. Sehingga terjadi adu argumen antara pria tersebut dan petugas yang ada di lokasi.
Tak lama kemudian, pria tersebut masuk ke dalam sebuah ruko dan keluar kembali sambil membawa senjata tajam berjenis golok.
Melihat hal itu, Walikota Tri Adhianto, spontan menjauh dari lokasi demi keselamatan, sementara beberapa petugas berusaha menenangkan serta mencegah pria berinisial B tersebut agar tidak bertindak lebih jauh.
Meskipun situasi sempat memanas, Wali Kota Tri Adhianto tetap bersikap tenang. Ia menyampaikan bahwa sebelumnya sudah ada imbauan kepada para pedagang mengenai rencana penertiban tersebut. Namun, inisial B tetap tidak terima dan memilih melakukan aksi protes dengan mengacungkan golok.
Setelah kejadian itu, Barmizon akhirnya menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya.
“Atas kesalahpahaman dan emosi saya saat penertiban di warung, saya mohon dimaafkan dan saya tidak akan mengulangi lagi,” ujarnya.
Wali Kota Tri Adhianto pun menerima permintaan maaf tersebut dengan bijak.
Beliau juga mengungkapkan bahwa sebelum adanya video permintaan maaf tersebut beredar, dirinya sudah lebih dulu memaafkan Barmizon.
Baca Juga:Berjalan Aman: Tips Menggunakan Kendaraan Dengan Aman dan SelamatMenjelang Ramadan: Harga Cabai Rawit di Pasar Tanjungsari Masih Tinggi, Harga Pangan Lain Relatif Stabil
Ia juga berharap ke depan komunikasi antara pemerintah dan pedagang bisa lebih baik agar penertiban berjalan kondusif tanpa menimbulkan konflik serupa.
