JATINANGOR EKSPRES, PERISTIWA – Geger! Seorang ASN terekam CCTV tengah menganiaya petugas SPBU diduga karena kesal antriannya di serobot, hal ini menimbulkan kontroversi karena dari rekaman yang berdurasi kurang lebih 1 menit 40 detik itu tak terlihat “menyalip antrian”.
Kejadian ini terjadi di Desa Parangbatu tepatnya hari Sabtu (7/2/2026) malam hari. ASN tersebut terlihat begitu emosi sampai sanggup menganiaya 4 Petugas SPBU dan menimbulkan luka cukup serius, bahkan seorang mandor yang mencoba melerai pun tak lepas dari amukan pria berinisial J tersebut.
Setelah melakukan aksi keji tersebut, dia langsung pergi tanpa rasa bersalah sedikitpun justru malah berkata dengan lantang “Kamu tidak tahu siapa aku,” dalam Bahasa Jawa sebagai bentuk ancaman pada para petugas.
Baca Juga:Checklist Kuliner Jatinangor: Kamu Belum Sah Jadi Mahasiswa Sini Kalau Belum Makan di 5 Tempat Ini!
Dari informasi yang beredar, para korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Sampai saat ini, salah satu korban masih menjalani perawatan medis untuk pemulihan. Beruntung kasus penganiayaan ini tak menimbulkan korban jiwa.
Setelah mendapatkan perlakuan tak mengenakkan tersebut, pihak korban langsung melapor dan membuat Camat Parengan merasa terkejut dan tak percaya, karena setaunya J merupakan orang baik yang tak pernah terlibat dalam masalah kedisiplinan apalagi sampai terkena catatan pelanggaran.
Meskipun pelaku memberikan pembelaan atas tuduhannya, dan memiliki latar belakang yang baik di lingkungan kerja, Camat tetap memproses kasus ini sesuai aturan yang berlaku. Pihak kepolisian juga terlibat dalam penyelidikan kasus tersebut, untuk menentukan pihak mana yang benar dan mana yang salah.
Namun, pihak kecamatan juga berencana menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan agar tak merembet apalagi sampai menimbulkan dendam antar kedua pihak. Semua sudah di pertimbangkan dengan baik dan berusaha tak ada pihak yang dirugikan.
Setelah kasus ini beredar, banyak warganet yang memanfaatkan nya untuk mengirim opini masing-masing, dari mereka yang berkomentar bijak dan tenang sampai komentar yang panas dan beberapa berunsur dendam pribadi.
Emosi mereka terpicu karena keangkuhan anggota ASN tersebut yang terkesan meninggi, mereka merasa bahwa ucapan pria berinisial J itu seperti menganggap masyarakat tak ada apa-apanya tanpa jabatam. Mereka juga tak segan-segan berkomentar sensitive.
