Mencintai Diri di Balik Kabut Jatinangor: Seni Menemukan Bahagia Setelah Dikhianati

Mencintai Diri di Balik Kabut Jatinangor: Seni Menemukan Bahagia Setelah Dikhianati
Mencintai Diri di Balik Kabut Jatinangor: Seni Menemukan Bahagia Setelah Dikhianati (ISTIMEWA)
0 Komentar

Mengalihkan energi, ubah rasa kecewa menjadi bahan bakar untuk pertumbuhan diri. Entah itu fokus pada skripsi, mengeksplorasi hobi baru, atau sekadar menikmati me-time di perpustakaan. Kebahagiaan setelah dikhianati bukanlah tentang menemukan orang baru untuk membalas dendam.

Kebahagiaan itu adalah saat kamu bisa duduk sendirian di sebuah kafe di tengah kemacetan Jatinangor, menyesap kopi favoritmu, dan merasa tenang tanpa beban.

Kamu mulai menyadari bahwa kehadiranmu sudah cukup. Kamu tidak lagi mencari potongan puzzle yang hilang pada orang lain, karena kamu telah menemukan bahwa puzzle itu ada di dalam dirimu sendiri. Kamu belajar bahwa menjadi “utuh” adalah tanggung jawab pribadi, bukan titipan dari orang lain. Kabut di Jatinangor akan selalu pudar saat matahari terbit di ufuk timur, begitu pula dengan rasa sakitmu.

Baca Juga:Keluar Nya Asap Pada Salah Satu Gerbong KRL, Malah Menimbulkan Perdebatan NetizenMerapatkan yang jauh: Rekomendasi aplikasi terbaik untuk pasangan LDR

Pengkhianatan mungkin mengubah caramu memandang dunia, namun ia tidak berhak mencuri masa depanmu. Kamu adalah rumah bagi dirimu sendiri, tempat paling aman untuk pulang tanpa perlu validasi dari mereka yang memilih pergi.

Biarkan kenangan pahit itu tertinggal di sudut-sudut gang sempit dan aroma tanah basah, sementara kamu terus melangkah menuju versi dirimu yang lebih tangguh.

Karena setelah badai dan kabut yang paling pekat sekalipun, seni mencintai diri adalah cahaya yang tidak akan pernah padam. Kamu berharga, dengan atau tanpa mereka yang mengkhianatimu.

0 Komentar