Jangan Terburu-Buru: Mengapa Menjeda Asmara Setelah Putus Adalah Investasi Diri

Jangan Terburu-Buru: Mengapa Menjeda Asmara Setelah Putus Adalah Investasi Diri
Jangan Terburu-Buru: Mengapa Menjeda Asmara Setelah Putus Adalah Investasi Diri (ISTIMEWA)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Putus cinta seringkali terasa seperti kecelakaan hebat ada puing-puing emosi yang berserakan dan luka yang menuntut perhatian segera. Dalam kondisi “haus” akan kasih sayang, godaan terbesar adalah langsung melompat ke pelukan baru demi mematikan rasa sepi atau yang biasa kita sebut sebagai rebound relationship. Namun, benarkah obat dari kehilangan adalah kehadiran orang baru?

Alih-alih menyembuhkan, terburu-buru memulai asmara seringkali hanyalah cara kita menunda rasa sakit yang seharusnya diproses. Menjeda asmara bukan berarti menyerah pada cinta, melainkan sebuah investasi strategis untuk mengenal kembali siapa diri kita tanpa embel embel “milik siapa pun”.

Mari kita bedah mengapa mengambil nafas sejenak pasca-putus adalah langkah paling cerdas yang bisa kamu ambil untuk masa depan emosional kamu.

1. Bahaya “Rebound” dan Proyeksi Emosi

Baca Juga:Ide Makanan Saat Bulan Puasa: Sehat, Praktis, dan Tetap Menggugah SeleraGak Cuma Ngopi! Ini 3 Aktivitas Seru Bareng Pacar di Jatinangor dan Sekitarnya

Saat kita baru putus, emosi kita biasanya sedang tidak stabil. Tanpa sadar, kita cenderung mencari sosok yang merupakan “versi lebih baik” dari mantan atau justru mencari pelarian hanya untuk membuktikan bahwa kita masih layak dicintai.

Resiko yang akan terjadi jika kamu terburu buru mengambil langkah memulai kisah baru. Kamu tidak mencintai orang baru tersebut karena pribadinya, melainkan karena kamu menjadikan mereka sebagai pereda nyeri atau batu lompatan.

Ini tidak adil bagi mereka, dan berisiko menyakitimu kembali saat “obat” tersebut tidak lagi mempan.

2. Memproses Kedukaan (Grieving)

Setiap perpisahan memerlukan masa berkabung. Kamu perlu memproses rasa marah, sedih, dan kecewa. Jika perasaan ini ditekan dan langsung ditumpuk dengan kemesraan baru, emosi tersebut akan meledak di kemudian hari dalam bentuk kecemasan atau trauma yang belum selesai.

Mungkin Resiko yang akan kamu hadapi nantinya ialah, kamu akan menyakiti orang yang sedang menemanimu, karena kamu masih di ikuti rasa takut akan di tinggalkan.

3. Menghargai Proses yang Tidak Linear

Rasa sakit akan di tinggalkan oleh pasangan yang sudah menjanjikan masa depan namun ternyata hubungan harus selesai secara tiba tiba, membuatmu merasa hancur. Tidak apa, kamu harus memvalidasi perasaan dirimu jangan terburu buru mengatakan “Aku baik baik aja”.

0 Komentar