Mitos Tentang Personal Color Analysis: Scam Atau Tidak?

Mitos personal color analysis
Mitos personal color analysis (Pexels)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRESPersonal Color Analysis (PCA) merupakan metode menganalisis undertone kulit, warna mata, dan rambut guna menentukan palet warna musiman (contoh: Cool Spring, Warm Autumn, dsb) yang paling cocok untuk pakaian, makeup, maupun aksesoris seseorang. Metode ini awalnya populer di Korea Selatan dan menjadi tren berskala global di tahun 2020-an hingga sekarang.

Proses personal color analysis melibatkan pengecekan urat nadi guna menentukan undertone seperti cool, warm, atau neutral, skintone terang atau gelap, dan intensitas warna, yang kemudian dikategorikan ke empat musim dengan subtipe. Personal color analysis bisa dilakukan sendiri di rumah lewat aplikasi maupun menggunakan kain bermotif polos, namun perlu bantuan ahli jika hasil ingin akurat.

Mitos Personal Color Analysis

Mitos: Personal color analysis hanya dapat dilakukan sekali seumur hidup karena hasilnya permanen.

Baca Juga:Tetap Segar dan Bernutrisi, Ini Jus Favorit Warga JatinangorSebagian Langit Daerah Selatan Akan Disapa Gerhana Matahari Cincin Februari Ini

Fakta: Mengutip dari Inside Out Style, personal color analysis bersifat universal dan merupakan guideline yang fleksibel sehingga lebih merujuk pada selera pribadi yang lebih penting.

Mitos: Hasil personal color analysis selalu ilmiah dan objektif.

Fakta: Personal color analysis bukan merupakan metode sains tapi lebih ke seni visual, menjadikan hal ini subjektif karena tergantung pencahayaan sekitar dan analisis.

Mitos: Setiap orang wajib mempunya hasil personal color analysis agar dapat tampil lebih menarik.

Fakta: Beberapa platform diskusi seperti Reddit maupun sosial media Threads atau Twitter mebahas hal ini dan beberapa pengguna merasa tren ini hanyalah gimmick komersial untuk menjual jasa atau produk.

Personal color analysis memang bisa meningkatkan kepercayaan diri dengan memaksimalkan kontras wajah, namun bukan merupakan aturan baku, mengingat warna favorit seringkali terlihat bagus jika sesuai dengan mood. Tren ini juga didukung oleh psikologi warna yang dapat memengaruhi emosi. Personal color analysis sebenarnya sangat membantu bagi para pemula dalam hal styling, namun kritik juga tidak dapat dihindari dan menyebutnya overhype karena mengabaikan faktor lain seperti struktur wajah. Personal color analysis bisa kamu coba sendiri lewat aplikasi atau mencari beberapa toko makeup yang mengadakan promo dengan tambahan pelayanan personal color analysis.

0 Komentar