3. Strategi Menghadapi Tugas dan Organisasi
Memaksimalkan produktivitas selama bulan Ramadan memerlukan strategi yang cerdas agar tugas tetap tuntas meski kondisi fisik sedang berpuasa.
Langkah pertama yang paling krusial adalah mencicil tugas di pagi hari, tepatnya setelah subuh, untuk mengeksekusi pekerjaan yang membutuhkan logika tinggi dan konsentrasi tajam selagi energi mental masih berada di puncaknya.
Mengingat kondisi perut kosong sering kali memicu fenomena brain fog atau linglung, penggunaan aplikasi pengingat seperti Google Calendar atau Notion menjadi sangat vital untuk mencatat setiap jadwal agar tidak ada tenggat waktu yang terlewat secara tidak sengaja.
Baca Juga:Ramadhan Datang, Saatnya Reset Hati dan Nge-Recharge Diri Supaya Lebih Berseri5 Menu Olahan Tinggi Protein Saat Puasa! Tetap Kenyang Lebih Lama dan Massa Otot Aman Selama Ramadan
Terakhir, jika kamu mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin organisasi, terapkanlah delegasi yang bijak dengan membagi beban kerja kepada rekan yang memiliki jadwal kuliah lebih fleksibel, sehingga tanggung jawab tetap berjalan beriringan tanpa harus memaksakan diri mengerjakan semuanya sendirian.
4. Trik Menghadapi Dosen & Presentasi
Menjaga performa saat kuliah di jam-jam kritis selama berpuasa sebenarnya bisa disiasati dengan manajemen energi dan postur yang cerdik.
Langkah pertama yang sangat efektif adalah dengan aktif bertanya atau berdiskusi di awal sesi idealnya pada 30 menit pertama, ketika cadangan energi masih penuh, hal ini tidak hanya mengamankan citra Anda sebagai mahasiswa yang antusias di mata dosen, tetapi juga memberikan kompensasi jika fokus Anda mulai sedikit menurun di akhir kelas.
Saat rasa haus atau mulut terasa asam mulai mengganggu konsentrasi, terapkan teknik “permen karet virtual” dengan menjaga kelembapan bibir saat berwudu atau melakukan pernapasan perut agar tenggorokan tidak cepat kering tanpa harus membatalkan puasa.
Terakhir, pastikan untuk selalu duduk tegak karena secara psikologis posisi ini mengirimkan sinyal kesiagaan ke otak, sementara posisi bersandar justru memicu hormon melatonin yang mempercepat rasa kantuk yang biasanya menyerang di atas jam dua siang.
5. Menu Berbuka yang “Cerdas” (Bukan Balas Dendam)
Kebiasaan mahasiswa yang makan secara “brutal” saat waktu Maghrib tiba sering kali menjadi bumerang, mengakibatkan kondisi “tepar” atau kantuk hebat tepat di saat tugas kuliah menumpuk.
