JATINANGOR EKSPRES – Ada hal yang aneh tapi nyata tentang Bandung, tak hanya saat hari biasa. Saat Ramadan pun kota ini seperti punya caranya sendiri untuk bikin orang betah, bahkan di jam-jam menjelang magrib. Ketika sore mulai datamg, langit mulai berubah warna, dan tanpa disadari jalanan mulai mengikuti, lebih hidup dari biasanya.
Trotoar yang dipenuhi orang berlalu-lalang dengan langkah kaki yang melambat, obrolan santai dan tawa, dan tiba-tiba kita merasa seakan suasana kota seperti punya temponya sendiri. Waktu menjelang berbuka di Bandung bukan sekadar soal menunggu adzan, tapi tentang menikmati momen yang entah kenapa selalu terasa begitu hangat.
Bandung memang punya reputasi yang sulit dijelaskan. Banyak orang bilang, sekali menginjakkan kaki di kota ini, muncul rasa rindu yang sulit diobati. Ada sesuatu dari suasana, bahkan keramaiannya yang terasa begitu akrab, meski tak semua orang benar-benar tinggal di sini, hanya singgah sebentar. Saat Ramadan, nuansa itu terasa makin kuat dengan tradisi ngabuburit, terutama di kawasan pusat kota.
Baca Juga:Dari Sawah sampai Coffe Shop: Pilihan Ngabuburit Seru di RancakalongAll You Can Eat di Subang! Rekomendasi Tempat Bukber di Kota Nanas, Dijamin Puas!
Salah satu titik yang hampir selalu jadi tujuan ngabuburit adalah Alun-alun Bandung. Tempat ini seperti punya energi yang berbeda setiap sore. Hamparan rumput sintetisnya perlahan dipenuhi pengunjung, mulai dari yang datang sendirian, sekadar duduk menikmati udara sore, sampai rombongan kecil yang asik bercengkerama.
Di tempat ini, waktu terasa berjalan dengan cara yang aneh. Tidak terasa cepat, seakan dipaksa melambat mengikuti ritme waktu di sini. Orang-orang duduk santai, atau berbagi cerita ringan sambil melihat suasana sekitar.
Di sekeliling alun-alun, pedagang kaki lima menambah warna sore Ramadan. Aneka jajanan dan minuman berjajar seakan menggoda siapa pun yang lewat. Meski belum waktunya berbuka, aroma makanan dan tampilan takjil sering kali sukses bikin lapar mata.
Tak jauh dari sana, Jalan Braga seolah menjadi bab lain dari cerita ngabuburit di Bandung. Kawasan ini bukan cuma ramai, tapi juga punya aura yang khas. Deretan bangunan klasik peninggalan kolonial, lampu-lampu jalan, dan suasana vintage menciptakan pengalaman yang terasa berbeda, hampir seperti masuk ke potongan waktu yang lain.
