Pesantren Ekologi Ramadan 1447 H Dimulai, SMAN Jatinangor Tancap Gas Persiapan

Pesantren Ekologi Ramadan 1447 H Dimulai, SMAN Jatinangor Tancap Gas Persiapan
Caption. Pesantren ekologi Ramadan 1447 H resmi digelar, SMAN Jatinangor mengisi bulan suci Ramadan 1447 Hijriah
0 Komentar

JATINANGOR EKPRES – Mengisi bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, para pelajar di Jawa Barat tidak hanya akan memperdalam ilmu agama melalui pesantren Ramadan seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, di bawah naungan Dinas Pendidikan Jawa Barat, kegiatan tersebut hadir dengan konsep baru bertajuk Pesantren Ekologi Ramadan.

Mengusung tema “Internalisasi Nilai Gapura Pancawulya Guna Mewujudkan Manusia Waluya Rahmatan Lil Alamin”, program ini dirancang untuk membentuk karakter siswa yang religius sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Tidak hanya menekankan penguatan spiritual, kegiatan ini juga diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan ekologis yang kian nyata di tengah masyarakat.

Baca Juga:Tradisi Ramadhan di Cipadung Tanjungkerta, Pusat Jajanan Favorit Warga5 Rekomenasi Bedak untuk Kulit Kering, dan Bikin kalian Glowing Seharian

Pesantren Ekologi Ramadan dijadwalkan berlangsung mulai 24 Februari hingga 14 Maret 2026. Sementara itu, peluncuran resmi program akan dilaksanakan pada Selasa, 24 Februari 2026, dan rencananya dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

“Pihak sekolah tengah mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan Ramadan tersebut,”terang Kepala SMAN Jatinangor, Uus.

Menurutnya, konsep ekologi dalam pesantren Ramadan menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya taat beribadah, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin memahami nilai-nilai keagamaan sekaligus mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.

Sebagai bentuk keseriusan, SMAN Jatinangor telah menggelar rapat kepanitiaan yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, serta para guru pendidikan agama. Rapat tersebut membahas teknis pelaksanaan, penyusunan rangkaian kegiatan, hingga perencanaan pembuatan laporan akhir Pesantren Ekologi Ramadan.

Dalam rapat tersebut, panitia juga merancang berbagai aktivitas yang akan mengintegrasikan materi keislaman dengan aksi nyata di bidang lingkungan. Kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran siswa bahwa menjaga alam merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai keimanan.

Dengan konsep baru ini, Pesantren Ekologi Ramadan diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi benar-benar menjadi gerakan pembentukan karakter pelajar yang religius, berakhlak, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan hidup. (kos)

0 Komentar