Bukan Cuma Ibadah Ritual, Hal-Hal yang Dianggap Sepele Ini Ternyata Bernilai Ibadah di Bulan Ramadan

Bukan Cuma Ibadah Ritual, Hal-Hal yang Dianggap Sepele Ini Ternyata Bernilai Ibadah di Bulan Ramadan
Bukan Cuma Ibadah Ritual, Hal-Hal yang Dianggap Sepele Ini Ternyata Bernilai Ibadah di Bulan Ramadan. (IST. CANVA)
0 Komentar

4. Bangun Sahur

Ini mungkin salah satu drama paling relatable. Alarm bunyi, mata masih berat, kasur terasa lebih menarik dari apa pun. Tapi bangun sahur bukan sekadar rutinitas makan dini hari.

Ada unsur disiplin, ada usaha melawan rasa malas, ada niat menjalani puasa dengan baik. Bahkan momen sahur sering terasa unik suasana hening, udara dingin, dan vibe yang beda dari waktu makan biasa. Hal yang terlihat sederhana ini sebenarnya penuh makna.

5. Mengurangi Kebiasaan Negatif

Ramadan sering jadi momen refleksi diri. Banyak orang tanpa sadar mulai mengurangi kebiasaan yang kurang baik, ngomong kasar, begadang nggak jelas, terlalu banyak scroll media sosial, atau hal-hal kecil lain yang biasanya sulit dikontrol dan lebih dominan jadi mudharat daripada manfaat.

Baca Juga:Menyalakan Cahaya Iman Sejak Dini: Peran Besar Pesantren Kilat di Bulan RamadhanTak Tergerus Jaman, Inilah Deretan Kue Kering untuk Camilan Saat Hari Raya

Walau nggak selalu disadari sebagai ibadah, proses menahan diri dari kebiasaan buruk punya nilai pahala yang besar juga.

6. Niat dan Mindset

Hal menarik dalam konsep ibadah adalah bahwa aktivitas biasa pun bisa bernilai spiritual jika dibarengi niat yang baik. Belajar, bekerja, membantu orang tua, bahkan menjalani rutinitas harian bisa punya makna berbeda yang baiik di Ramadan.

Bulan ini sering menghadirkan kesadaran baru. Bahwa ibadah nggak selalu harus terlihat formal. Ada dimensi batin, ada niat, ada cara menjalani hari dengan sikap yang lebih sadar dan lebih tenang.

7. Menjaga Lisan dan Perilaku di Medsos

Di era sekarang, interaksi nggak cuma terjadi di dunia nyata. Media sosial jadi ruang besar untuk komunikasi, opini, bahkan emosi. Ramadan menghadirkan tantangan baru, bukan cuma menjaga ucapan langsung, tapi juga yang ditulis dan dibagikan.

Menghindari komentar kasar, nggak mudah terpancing debat, atau memilih menyebarkan hal positif adalah bentuk pengendalian diri modern yang relevan banget. Ini contoh bagaimana nilai Ramadan tetap kontekstual di zaman digital.

Ramadan bukan cuma tentang amalan besar yang terlihat jelas. Ada banyak hal kecil yang diam-diam punya nilai ibadah, membentuk kebiasaan, sekaligus melatih cara bersikap. Justru di situlah letak keindahannya. Hal-hal sederhana yang sering dianggap remeh ternyata menyimpan makna yang nggak sederhana.

0 Komentar