JATINANGOR EKSPRES –Bulan Ramadhan sering identik sama kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi. Salah satu tradisi yang cukup populer di kalangan anak muda yaitu Sahur on The Road (SOTR). Kegiatan ini biasaya dilakukan pada dini hari menjelang sahur dengan berkeliling kota sambil membagikan makanan ke masyarakat yang membutuhkan, seperti tunawisma, petugas kebersihan, sampe pekerja malam.
Tradisi ini mulai ramai di berbagai kota besar kaya Bandung, Jakarta, dan sebagainya. Awalnya Sahur on The Road lahir dari niat sederhana mau berbagi rezeki dan merasakan makna Ramadhan secara langsung ditengah masyarakat. Sekelompok anak muka berkumpul menggalang dana, membeli atau memasak makanan sahur, dan membagikannya kepada mereka yang membutuhkan untuk sahur dijalanan.
Secara positif, Sahur on The Road jadi wadah buat numbuhin rasa empati dan kepedulian sosial. Banyak komunitas dan organisasi yang manfaatin momen ini buat ngajak generasi muda lebih peka terhadap kondisi sekitar. Berbagi nasi bungkus, air mineral, atau makanan ringan mungkin kelihatannya sederhana, tapi buat mereka yang hidup di jalanan bantuan itu sangat berarti.
Baca Juga:Lagu Bagai Fakta! Seorang Anak Berusia 12 Tahun Tewas di Aniaya Ibu Tiri Saat Pulang MondokTips Ramadhan Mood: Tetap Slay dan Produktif di Tengah Puasa Tanpa Kehilangan Energi
Selain itu, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antar anggota komunitas. Kebersamaan pas nyiapin makanan, nyusun rute perjalanan, sampe berbincang dengan penerima bantuan, menciptakan pengalaman yang membekas. Ramadhan juga kerasa lebih hidup karna diisi sama aksi nyata, bukan cuma rutinitas ibadah.
Tapi dibalik semangat berbagi, Sahur on The Road juga seri menjadi sorotan. Gak cuma sedikit, kegiatan tersebut berubah menjadi ajang konvoi kendaraan, kebut-kebutan, sampe ngeganggu ketertiban umum. Beberapa kasus bahkan sering kali berujung tawuran atau tindakan yang meresahkan warga. Hal ini yang bikin sebagian masyarakat memandang SOTR dengan skeptis.
Padahal, esensi dari Sahur on The Road bukanlah huru-hara di jalanan, tapi berbagi dengan penuh tanggung jawab. Kalo dilakuin tanpa perancangan yang matang, kegiatan bisa nimbulin kemacetan, kebisingan, bahkan membahayakan diri sendiri dan orang lain. Oleh karna itu, harus dengan kesadaran bersama buat ngejaga nilai awal biar tetep lurus.
Biar Sahur on The Road berjalan positif, ada beberapa hal yang harus diperhatiin. Pertama, lakuin koordinasi sama pihak berwenang setempat biar kegiatan tetep aman dan tertib.
