Lebih Baik dari Seribu Malam, Ini Keutamaan, Ciri-ciri, dan Amalan di Malam Lailatul Qadar

Lebih Baik dari Seribu Malam, Ini Keutamaan, Ciri-ciri, dan Amalan di Malam Lailatul Qadar
Lebih Baik dari Seribu Malam, Ini Keutamaan, Ciri-ciri, dan Amalan di Malam Lailatul Qadar. (IST.CANVA)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Ramadan selalu punya momen-momen spesial yang bikin suasananya terasa berbeda dari bulan lainnya. Selain identik dengan puasa, tarawih, dan sahur, ada satu malam yang hampir selalu jadi bahan pembicaraan sekaligus penuh harapan bagi umat Muslim, yaitu malam Lailatul Qadar.

Malam Lailatul Qadar sering disebut sebagai malam paling istimewa dalam Ramadan. Dalam ajaran Islam, malam ini digambarkan memiliki nilai yang luar biasa, bahkan disebut-sebut malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Kalau dipikir-pikir, seribu bulan itu setara dengan puluhan tahun, yang artinya ibadah di malam tersebut diyakini punya nilai pahala yang sangat besar setara dengan seribu bulan.

Baca Juga:Menghidupkan Ramadhan dengan Tadarus dan Kuliah Subuh Penuh Makna serta KeberkahanBelajar Puasa Sejak Kecil: Cara Bijak Mendidik Anak Tanpa Paksaan

Keistimewaan ini yang bikin banyak orang rela begadang di sepuluh malam terakhir Ramadan. Bukan sekadar karena tradisi atau ikut-ikutan, tapi karena ada harapan besar untuk mendapatkan keberkahan yang tidak datang setiap waktu. Lailatul Qadar dipahami sebagai kesempatan langka, momen yang sangat berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Menariknya, malam Lailatul Qadar tidak punya tanggal pasti yang bisa ditandai di kalender. Ia diyakini hadir di salah satu malam ganjil pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Ketidakpastian ini justru punya makna tersendiri, karena mendorong umat Muslim untuk lebih konsisten dalam beribadah, tidak hanya berharap “reward,” dan bukan hanya fokus beribadah di satu malam saja.

Banyak orang memaknai Lailatul Qadar bukan hanya soal pahala berlipat, tapi juga soal suasana batin. Malam ini sering dikaitkan dengan ketenangan, rasa damai, dan perasaan yang terasa berbeda.

Ada yang menggambarkannya sebagai malam yang hening, sejuk, dan menenangkan, seolah membawa atmosfer religius yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Dalam berbagai penjelasan keagamaan, malam Lailatul Qadar juga disebut memiliki beberapa ciri. Di antaranya:

suasana malam yang terasa tenang, tidak terlalu panas atau dingin, serta pagi harinya matahari terbit dengan cahaya yang lembut. Meski begitu, banyak ulama menekankan bahwa ciri-ciri ini bukan hal mutlak yang harus dirasakan semua orang.

Karena pada akhirnya, esensi Lailatul Qadar bukan terletak pada tanda-tanda fisik semata, tetapi pada bagaimana seseorang menghidupkan malam tersebut dengan ibadah. Fokus utamanya tetap pada kesungguhan dan keikhlasan, bukan sekadar mencari sensasi atau pengalaman tertentu.

0 Komentar