Menghidupkan Ramadhan dengan Tadarus dan Kuliah Subuh Penuh Makna serta Keberkahan

Menghidupkan Ramadhan dengan Tadarus dan Kuliah Subuh Penuh Makna serta Keberkahan
Menghidupkan Ramadhan dengan Tadarus dan Kuliah Subuh Penuh Makna serta Keberkahan. (IST. CANVA)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Ramadhan jadi momentum buat memperbanyak ibadah dan memperdalam ilmu agama. Di tengah masyarakat Sunda, khususnya di wilayah Jawa Barat seperti Bandung, Sumedang, dan Tasikmalaya, terdapat dua kegiatan yang sangat identik dengan Ramadhan yaitu tadarus Al-Qur’an dan kuliah subuh. Kedua tradisi ini bukan cuma rutinitas tahunan, tapi jadi bagian penting dalam menghidupkan nilai spiritual selama bulan suci Ramadhan.

Tadarus berasal dari kata “darasa” yang artinya mempelajari atau membaca secara berulang. Dalam konteks Ramadhan, tadarus Al-Qur’an dilakukan bersama biasanya sehabis shalat tarawih di masjid atau mushola.

Anak-anak, remaja, sampai orang tua berkumpul membentuk lingkaran kecil, masing-masing memegang mushaf, yang kemudian membaca Al-Qur’an secara bergiliran. Suara lantunan ayat suci yang terdengar bersahut-sahutan menciptakan suasana yang syahdu dan nenangin hati.

Baca Juga:Belajar Puasa Sejak Kecil: Cara Bijak Mendidik Anak Tanpa PaksaanTradisi Unik di Sumedang, Berkeliling Menyusuri Jalan dengan Iringan Musik Kuda Ronggeng Sebagai "Alarm Sahur"

Kegiatan tadarus gak cuma bertujuan buat mengkhatamkan Al-Qur’an selama Ramadhan, tapi juga sebagai sarana memperbaiki bacaan dan memahami isi kandungannya. Di banyak kampung, remaja masjid atau ustadz setempat membimbing peserta yang bertadarus, terutama buat anak-anak, agar saat membaca Al- Qur’an dibaca dengan tajwid yang benar.

Hal ini menjadikan tadarus sebagai media pembelajaran yang efektif sekaligus mempererat hubungan antar warga.

Ramadhan sering disebut sebagai bulan turunnya Al-Qur’an. Lewat tadarus, masyarakat gak cuma membaca, tapi merenungkan pesan-pesan yang terkandung didalamnya. Nilai kesabaran, kejujuran, keikhlasan, dan kepedulian sosial yang diajarkan oleh Al-Qur’an yang diharapkan dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Selain tadarus di malam hari, kegiatan yang gak kalah penting juga yaitu Kuliah subuh. Kuliah subuh biasanya dilaksanakan setelah shalat Shubuh berjamaah. Walaupun dilakukan di waktu yang masih sangat pagi, antusiasme masyarakat cukup tinggi, terutama pas Ramadhan. Udara yang masih sejuk dan suasana yang tenang membuat penyampaian materi terasa lebih khusyuk dan gampang diterima.

Dalam Kuliah Subuh, ustadz atau penceramah sering menyampaikan tausiah singkat seputar keutamaan Ramadhan, tasfir ayat Al-Qur’an, hadis, ataupun motivasi buat ningkatin kualitas ibadah.

Materi yang ringan tapi penuh makna, dan bisa dipahami oleh berbagai kalangan. Tak jarang juga tema yang dibahas berkaitan dengan akhlak, hubungan sosial, dan pentingnya jaga persatuan.

0 Komentar