Sehingga di era sekarang, menjaga puasa bukan cuma soal menjaga lisan di dunia nyata, tapi juga menjaga jari dan pikiran di dunia maya. Nggak semua hal harus ditanggapi, dan nggak semua informasi perlu masuk terlalu dalam ke hati.
3. Perbandingan Diri di Media Sosial
Buka media sosial pas Ramadan kadang rasanya campur aduk. Ada yang posting buka puasa di tempat estetik, ada yang update target khatam, ada juga yang kelihatan super produktif dari pagi sampai malam. Sekilas keren, tapi lama-lama bisa bikin kita ngerasa, “Kok aku gini-gini aja ya?”
Tanpa sadar, kita mulai membandingkan diri. Merasa kurang rajin, kurang produktif, atau kurang “sempurna” dibanding yang terlihat di layar. Padahal yang diposting orang lain biasanya cuma bagian terbaiknya saja, bukan keseluruhan ceritanya.
Baca Juga:Bukan Sekadar Menahan Lapar: 5 Cara Memaksimalkan Ramadan untuk Perubahan DiriWar Takjil & Ngabuburit: Bukti Serunya Toleransi di Bulan Suci RamadhanÂ
Ramadan itu perjalanan masing-masing. Ada yang fokus memperbaiki ibadah, ada yang lagi belajar konsisten sedikit demi sedikit. Nggak perlu disamakan. Yang penting bukan terlihat hebat di media sosial, tapi benar-benar bertumbuh secara pribadi.
Yang bikin berat bukan puasanya, tapi pikiran kita sendiri karena terlalu sering membandingkan.
4. Kurangnya Interaksi Sosial Nyata
Karena terlalu sering sibuk dengan layar, tanpa sadar kita jadi jarang benar-benar hadir di sekitar orang-orang terdekat. Duduk bareng keluarga, tapi masing-masing pegang HP. Kumpul sebelum buka, tapi obrolannya cuma sebentar karena perhatian kebagi ke notifikasi.
Padahal Ramadan itu identik banget sama kebersamaan. Suasana sahur yang masih setengah ngantuk, nunggu azan magrib bareng, atau tarawih rame-rame. Hal-hal sederhana itu justru yang bikin bulan ini terasa hangat.
Kalau interaksi lebih banyak terjadi lewat komentar dan story, rasanya beda. Nggak ada tatap muka, nggak ada tawa langsung, nggak ada momen kecil yang biasanya jadi kenangan. Lama-lama hubungan bisa terasa lebih jauh, meski sebenarnya tinggal satu rumah.
Puasa bukan cuma ibadah pribadi, tapi juga momen mempererat hubungan. Sayang banget kalau kebersamaan itu kalah sama waktu yang habis buat scrolling.
