JATINANGOR EKSPRES – Setiap tahun, lebaran selalu datang dengan suasana dan vibes khas yang berbeda. Ada yang sibuk memikirkan outfit, ada yang fokus ke makanan, THR, ada juga yang diam-diam menunggu momen kumpulnya. Tapi diantara semua itu, ada satu tradisi khas Indonesia yang tidak pernah dilewatkan… Halal Bihalal.
Buat kebanyakan orang, halal bihalal mungkin terlihat begitu simpel. Datang, berkumpul, bersalaman, senyum, lalu bilang mohon maaf lahir dan batin, selesai. Rutinitas tahunan yang terasa biasa saja bagi sebagian orang, tapi kalau dipikir-pikir lagi, momen ini sebenarnya tidak sesederhana itu.
Halal bihalal membawa suasana dan perasaan yang aneh, seperti haru, tapi begitu hangat. Ada perasaan yang bercampur aduk, canggung, kangen, lega, dan kadang juga sedikit kikuk. Bertemu orang-orang yang jarang ditemui, duduk di ruangan yang ramai, lalu satu per satu mulai berjabatan tangan, saling merangkul dan memeluk. Kalimatnya selalu saja sama, tapi perasaannya yang berbeda.
Baca Juga:Bingung Sore Ini Mau Ke Mana? Ini Spot Ngabuburit Paling Catchy di Bandung Biar Nggak Cuma Bengong di KosanRekomendasi Spot Ngabuburit Paling Seru di Sekitar Sumedang Kota Biar Puasa Tetap Produktif
“Mohon maaf lahir dan batin,” kalimat yang sering kali diulang, bahkan diucapkan puluhan kali dalam satu hari. Namun entah kenapa, tetap ada rasa yang turut bergerak setiap kali kalimat itu diucapkan. Entah itu perasaan lega dan ringan, ingin merenung, atau bahkan terasa seperti berat di hati.
Karena pada dasarnya, halal bihalal bukan sekedar tradisi silaturahmi biasa. Justru seperti sebuah jeda kecil dalam hidup yang serba cepat. Di hari-hari biasa, orang sering kali sibuk dengan rutinitas, jarang benar benar berhenti untuk memikirkan relasi. Jarang ada momen khusus untuk duduk, berkumpul, dan saling memaafkan serta mengakui bahwa hubungan antarmanusia itu perlu dijaga.
Lewat halal bihalal seolah memaksa semua orang untuk menekan tombol pause sejenak. Pause dari kesibukan, pause dari ego, dan pause dari hal-hal yang terkadang menciptakan jarak tanpa disadari.
Menariknya, yang bikin halal bihalal terasa unik justru hal-hal kecilnya. Senyum yang sedikit kaku, tawa yang tiba-tiba pecah, obrolan random yang awalnya basa-basi tapi berakhir nostalgia. Bahkan keheningan singkat saat berjabat tangan pun kadang punya makna sendiri.
