JATINANGOR EKPES – Pemerintah Kabupaten Sumedang bergerak cepat melakukan langkah antisipasi pascabencana longsor yang terjadi di kawasan perkebunan teh Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan.
Sekda Tuti Ruswati meninjau lokasi longsoran guna memastikan penanganan berjalan optimal sekaligus mencegah potensi bencana susulan di tengah tingginya curah hujan.
Sekda Tuti menyampaikan, kondisi longsoran terlihat cukup besar, bahkan membentang dari bagian puncak lereng hingga ke area bawah. Pemerintah bersama seluruh unsur terkait langsung melakukan pengecekan menyeluruh terhadap titik rawan.
Baca Juga:Ratusan Pelajar Ramaikan KEBAB 20265 Tempat "Ngabuburit" di Sumedang
Ia menjelaskan, langkah cepat juga dilakukan untuk mencegah dampak lanjutan berupa banjir bandang akibat material longsor yang berpotensi menyumbat aliran air menuju Sungai Cihonje.
“Dilakukan pembersihan material dengan menurunkan pasukan dari TNI, Kodim, BPBD serta unsur pemerintah desa agar tidak terjadi sumpatan air yang dapat memicu banjir bandang,” tambahnya.
Sekda turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, termasuk relawan Fly for Humanity yang membantu melakukan pemetaan kondisi longsoran menggunakan drone.
Pemda Kabupaten Sumedang memastikan pemantauan di kawasan rawan longsor Cisoka dilakukan secara komprehensif dan terpadu. Langkah tersebut melibatkan perangkat daerah, aparat kewilayahan, BPBD, TNI-Polri, hingga pemerintah desa setempat.
Upaya pemantauan mencakup pengecekan stabilitas tanah, kondisi drainase, aliran air, serta kesiapsiagaan masyarakat yang tinggal di sekitar lereng berpotensi mengalami pergerakan tanah.
Selain itu, Pemda juga terus melakukan sosialisasi mitigasi bencana kepada warga, mulai dari mengenali tanda-tanda awal longsor hingga prosedur evakuasi mandiri apabila terjadi kondisi darurat.
Masyarakat diimbau segera melapor apabila menemukan retakan tanah, pohon yang mulai miring, maupun perubahan aliran air yang tidak biasa sebagai langkah deteksi dini. Sebagai tindakan preventif, pemerintah daerah juga melakukan pembersihan saluran drainase serta penguatan tebing pada sejumlah titik rawan.(rls)
