JATINANGOR EKPES – Spirit menjaga alam melalui kearifan budaya kembali mengemuka dalam kegiatan Tepang Taun Kabuanaan ke-4 yang digelar di Bale Gede Gunung Masigit Kareumbi, Cimande, Desa Sindangpakuon, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Sabtu (28/2/2026).
Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sawala tersebut menegaskan pentingnya Laku Patanjala sebagai gerakan budaya masyarakat dalam merawat lingkungan berbasis daerah aliran sungai (DAS).
Sekitar 150 incu putu dari berbagai pangauban DAS hadir dalam pertemuan ini.
Baca Juga:Resep Udang Saus Padang Ala Restoran, Gurih Pedas dan Pas Jadi Menu Buka PuasaKampung Ramadan Hadir di Masjid Agung, Hadir di Masjid Agung,Berburu Takjil dan Ngabuburit
Mereka datang dari wilayah aliran sungai seperti Cimanuk, Citarum, Cimandiri, Ciliwung, Cisanggarung, Ciwulan hingga Citanduy. Selain itu, sejumlah akademisi serta undangan lainnya juga turut ambil bagian dalam forum yang menjadi ruang diskusi sekaligus konsolidasi gerakan budaya tersebut.
Pertemuan ini secara khusus membahas persiapan pelaksanaan Tepang Taun Laku Patanjala Kabuanaan yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir Ramadan tahun ini.
Agenda penting lainnya adalah rencana penyerahan mandat Kabuanaan dari Pangauban Citarum kepada Pangauban Cimandiri sebagai bagian dari siklus kepemimpinan dalam gerakan tersebut.
Laku Patanjala sendiri merupakan praktik sosial masyarakat dalam menjaga kelestarian alam dengan berpijak pada kearifan budaya berbasis daerah aliran sungai.
Dalam konsep ini terdapat tiga tahapan utama yang dijalankan, yakni Laku Kasaliraan, Laku Kanagaraan, dan Laku Kabuanaan yang menjadi landasan nilai dalam merawat hubungan manusia dengan alam dan lingkungan sekitarnya.
Ketua Baresan Incu Putu Pangauban (BIPP), Anwar Maulana, menjelaskan bahwa BIPP bukanlah lembaga berbentuk yayasan, melainkan organisasi kemasyarakatan yang menaungi incu putu di berbagai wilayah pangauban.
Setiap pangauban tersebut berada di wilayah daerah aliran sungai yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian alam.
Baca Juga:Resep Tongseng Ayam Pedas : Menu Buka Puasa yang Bikin Nagih!6 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Fisik dan Mental yang Bikin Speechless
“BIPP itu bukan yayasan, tetapi organisasi yang menaungi incu putu di masing-masing pangauban atau daerah aliran sungai seperti Cimanuk, Citarum, Cisanggarung, dan Cimandiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan Laku Darma Patanjala Kabuanaan merupakan kelanjutan dari mandat yang sebelumnya dipegang oleh Pangauban Cimanuk dan kemudian dilanjutkan oleh Pangauban Citarum.
Saat ini, tahapan perjalanan tersebut telah memasuki Seren Taun kedua dalam proses Naratas tahun keempat selama mandat berada di wilayah Citarum.
