Puding, Agar-Agar, atau Panna Cotta? Simak Perbedaan dan Ciri Khasnya

Berbagai macam panna cotta terpajang rapi dengan topping krim dan stroberi.
Masing-masing karakteristik puding, agar-agar, dan panna cotta. (Pexels)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Puding, agar-agar, dan panna cotta adalah tiga jenis hidangan penutup yang sering tampak mirip, tetapi sebenarnya punya ciri khas sendiri dari segi bahan, cara pembuatan, dan tekstur. Meskipun sama-sama lembut dan disajikan dingin, ketiganya memiliki karakter rasa dan sensasi di mulut yang berbeda sehingga cocok untuk momen berbeda pula.

Apa Itu Puding?

Puding adalah makanan penutup yang umumnya terbuat dari susu atau santan, gula, dan bahan pengental seperti telur, tepung maizena, atau agar-agar. Mengutip blog Ann’s Bake House, tekstur puding cenderung lembut dan padat, namun tidak terlalu kenyal, sehingga terasa lebih mengenyangkan dibanding panna cotta.

Puding sering dibuat dalam bentuk lapis atau berwarna-warni, dengan campuran susu dan perasa seperti vanila, cokelat, atau buah. Karena bisa dibuat dengan bahan sederhana dan mudah ditemukan, puding menjadi hidangan penutup yang sangat populer di rumah tangga Indonesia.

Baca Juga:Pasangan Pasta dan Saus yang Wajib Kamu Tahu di Dapur RumahSerba-serbi Kreasi Hemat Alpukat untuk Camilan, Minuman, dan Lauk

Agar-agar dan Kekenyalannya

Agar-agar adalah hidangan berbahan dasar ekstrak rumput laut yang menghasilkan tekstur kenyal dan lebih padat daripada puding. Bahan ini biasanya hanya dicampur dengan air, gula, dan pewarna, lalu direbus sebelum didinginkan, sehingga rasa agak lebih sederhana dan ringan.

Perbedaan paling jelas terasa saat digigit, dimana agar-agar akan terasa lebih “meloncat” di mulut karena sifat kenyal jel-nya, sedangkan puding terasa lebih lembut dan padat. Mengingat agar-agar lebih netral dari segi rasa, agar-agar sering dibuat dengan sirup manis, buah, atau santan untuk menambah cita rasa.

Panna Cotta Yang Creamy dan Lumer

Panna cotta adalah makanan penutup ala Italia yang dibuat dari krim (atau SKM), gula, dan gelatin sebagai pengental. Karena menggunakan krim, teksturnya sangat lembut, halus, dan mudah lumer di mulut, berbeda dengan puding yang lebih padat dan agar-agar yang lebih kenyal.

Panna cotta biasanya dibuat dengan cara memanaskan krim dan gula, mencampur gelatin yang sudah diaktifkan, lalu menuangkannya ke dalam cetakan dan didinginkan. Setelah matang, panna cotta sering disajikan dengan saus buah atau karamel di atasnya, sehingga rasa manis dan creamy semakin kontras.

0 Komentar