Menu MBG di SMPN 1 Cimanggung Diduga Kurang Diminati? Sekolah: Tak Sampai 100

Ribuan Porsi MBG Terbuang di Cimanggung, Dugaan Bau Tak Sedap Picu Sorotan
Sebanyak 1.052 paket makanan yang dibagikan di SMPN 1 Cimanggung, Sabtu (4/4/2026), dilaporkan tidak dikonsumsi siswa.
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Sebuah video yang memperlihatkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Cimanggung, Kabupaten Sumedang, menjadi perbincangan. Dalam rekaman berdurasi sekitar satu menit itu, terlihat sejumlah porsi makanan tidak dikonsumsi siswa.

Pada video tersebut, tampak siswa hanya mengambil susu kotak dan pisang, sementara makanan utama dibiarkan. Bahkan, terlihat tumpukan wadah makanan (ompreng) yang memicu dugaan banyaknya makanan tersisa.

Video itu direkam oleh anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi Partai Golkar, Sonia Sugian, saat menjemput anaknya pada Sabtu (4/4/2026).

Baca Juga:Relokasi Puskesmas Cimanggung Dikebut, Pemkab Sumedang Siapkan Fasilitas Lebih RepresentatifETLE Jatinangor Aktif 24 Jam, Ribuan Pelanggaran Terekam Setiap Hari

Sonia menyebut, hal tersebut menunjukkan makanan tidak dimanfaatkan secara optimal. “Banyak porsi makanan terbuang percuma. Ini pemborosan nyata dari uang rakyat,” ujarnya.

Ia menilai, pelaksanaan program MBG perlu evaluasi serius, terutama dalam aspek pengawasan dan kualitas menu agar sesuai dengan selera siswa.

Namun, pihak sekolah memberikan klarifikasi. Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Cimanggung, Cucu, menegaskan bahwa makanan yang dibagikan telah melalui pengecekan ketat sebelum dikonsumsi siswa.

“Kami selalu memastikan makanan layak. Jika tidak layak, tidak akan kami berikan,” katanya.

Menurutnya, isu makanan tidak layak konsumsi tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia menyebut sisa makanan lebih disebabkan perbedaan selera siswa terhadap menu yang disajikan.

Guru SMPN 1 Cimanggung, Wendi, juga membantah jumlah makanan terbuang mencapai ribuan porsi. “Memang ada yang tidak dimakan, tapi tidak sampai ribuan. Mungkin kurang dari 100 porsi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sisa makanan tidak dibuang, melainkan dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Selain itu, soal tumpukan wadah makanan (ompreng) yang sempat terlihat.

Baca Juga:Pesan, Sang JenderalHalalbihalal PGRI Pamulihan, Soroti Kesejahteraan Guru yang Belum Merata

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan wadah kosong bekas konsumsi siswa yang sedang menunggu pengangkutan, bukan menunjukkan makanan tidak dimakan.

Sementara itu, terkait kehadiran Sonia di lokasi, Wendi menyebut yang bersangkutan datang sebagai orang tua siswa, bukan dalam rangka inspeksi mendadak.(red)

0 Komentar