JATINANGOR EKSPRES – Jumat Agung dan Paskah menjadi hari yang spesial bagi umat Katolik. Pasalnya, hari tersebut merupakan pengingat terhadap pengorbanan Yesus Kristus dalam menebus dosa-dosa manusia. Jumat Agung dan Hari Paskah merupakan hal yang berbeda, akan tetapi dalam satu rangkaian untuk penghormatan kepada Yesus Kristus.
Berikut beberapa hal yang membedakan Jumat Agung dan Hari Raya Paskah agar tidak keliru memahami arti dan maknanya:
Jumat Agung
Pada zaman dahulu, Yesus Kristus disalib di Bukit Golgota untuk menebus semua dosa umat manusia; peristiwa ini juga menjadi simbol pelayanan Yesus. Peristiwa tersebut kemudian ditetapkan sebagai Jumat Agung. Pada Jumat Agung, semua umat Katolik dianjurkan untuk berpuasa untuk menghormati penderitaan Yesus Kristus.
Baca Juga:Lawan Penyakit Pikiran Negatif 3 Cara Ampuh Ubah Pola Pikir Jadi Lebih PositifMengapa Gen Z Sering Dianggap Lemah di Dunia Kerja? Kenali 3 Sifat yang Menghambat Kariermu
Pada Jumat Agung yang mengharukan, semua umat merayakan dengan beberapa rangkaian untuk penghormatan seperti rangkaian Ekaristi. Rangkaian Ekaristi dalam Gereja Katolik adalah urutan liturgi suci yang menjadi jantung iman Katolik, di mana umat bersyukur dan mengenang wafat serta kebangkitan Yesus Kristus. Ekaristi merupakan perjamuan sakramental di mana roti dan anggur dikonsekrasi menjadi Tubuh dan Darah Kristus.
Makna Pengorbanan Yesus Kristus
- Pengorbanan: Yesus menyerahkan diri kepada Yang Mulia untuk menderita dan mati di kayu salib sebagai bukti Tuhan Yang Maha Besar. Pengorbanan ini bertujuan untuk mendapatkan keselamatan dan pertobatan.
- Penderitaan: Hal ini juga menjadi simbol bahwa perjalanan hidup yang manusia lewati adalah pengingat akan pengorbanan Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia. Karena itu, diharapkan umat manusia bisa bersikap sabar, setia, serta taat pada Allah dalam menghadapi berbagai macam rintangan kehidupan.
Hari Paskah
Setelah kematian Yesus, ada juga hari di mana Yesus dibangkitkan untuk merasakan kebebasan dari dosa yang telah diperbuat. Tidak hanya Yesus, Hari Paskah menjadi hari pembebasan umat Katolik dari dosa.
Tradisi Paskah dikenal sejak abad ke-13 di Gereja Ortodoks Timur dan Barat. Telur menjadi simbol kebangkitan Yesus dari kematian serta menjadi simbol kehidupan, harapan, dan berakhirnya masa penebusan dosa.
Jumat Agung dan Paskah ini mempunyai arti yang sangat berbeda, namun keduanya ada di dalam satu rangkaian perayaan agama Katolik yang umumnya disebut sebagai Trihari Suci, yang meliputi Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci (Sabtu Sunyi) yang akan mengantarkan umat Katolik menuju perayaan Paskah.
