5 Kriteria Minyak Wijen Berkualitas untuk Dapur Rumah Anda

Potret sepiring biji wijen hitam dan sendok berisikan wijen hitam ditata bersebelahan dengan sebotol minyak.
Tips memilih minyak wijen yang tepat untuk kebutuhan masakan Anda. (Pixabay)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Minyak wijen memberi aroma khas dan rasa gurih yang bisa menyempurnakan berbagai masakan, terutama olahan Asia seperti mie goreng, nasi goreng, tumisan, atau saus. Namun tidak semua minyak wijen memiliki kualitas yang sama. Agar masakan terasa lebih enak dan aman, kita perlu memilih minyak wijen yang benar-benar berkualitas.

Pilih Minyak Wijen Murni

Langkah pertama adalah memeriksa kemasan dan daftar bahan. Mengutip Hello Sehat, minyak wijen terbaik sebaiknya berlabel 100% minyak wijen atau pure sesame oil, tanpa campuran minyak lain seperti minyak sawit, minyak jagung, atau minyak sayur. Minyak wijen campuran biasanya kandungan wijennya di bawah 100%, sehingga aroma dan manfaatnya kurang maksimal.

Perhatikan Warna dan Kejernihan

Secara umum, minyak wijen berkualitas memiliki warna yang jernih dan konsisten, tanpa bercak, endapan, atau partikel melayang di dalam botol. Minyak wijen sangrai biasanya berwarna cokelat gelap keemasan, sedangkan minyak wijen biasa cenderung lebih bening dan tidak terlalu gelap. Jika warna tampak kusam, gelap berlebihan, atau ada partikel asing, kemungkinan kualitasnya sudah menurun atau proses produksinya kurang baik.

Baca Juga:Salah Paham Soal Minyak Wijen? Ini 6 Kesalahan yang Wajib DihindariKenali Jenis Kentang dan Pilih yang Tepat untuk Setiap Olahan

Cek Aroma dan Bau

Aroma minyak wijen yang baik terasa khas dan segar, mirip kacang panggang, bukan anyir, tengik, atau asam. Dekatkan botol pada hidung sebelum membeli, jika baunya pekat dan menjijikkan, minyak kemungkinan sudah rusak atau kedaluwarsa. Minyak wijen asli biasanya aroma wijennya cukup kuat namun enak dan lembut, tidak menusuk hidung seperti bau benda terlalu lama disimpan.

Pilih Jenis yang Sesuai Kebutuhan

Minyak wijen di pasaran bisa dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan proses pembuatannya. Minyak wijen panggang (warna gelap) lebih cocok dipakai sebagai penetes rasa dan aroma di akhir masakan, sedangkan minyak wijen biasa/netral (warna lebih terang) bisa dipakai lebih fleksibel, misalnya untuk menumis ringan atau campuran saus.

Perhatikan Kemasan, Label, dan Sertifikasi

Pilih minyak wijen dengan kemasan yang rapi, segel utuh, dan tanggal kedaluwarsa jelas. Lebih baik jika kemasannya tertera nomor BPOM dan informasi produsen yang jelas. Merek yang sudah terkenal dan lama beredar biasanya lebih konsisten soal kualitas, meskipun tetap harus diperiksa kandungan dan kondisi botol.

0 Komentar