JATINANGOR EKSPRES – Tingkah laku atau perilaku menjadi faktor utama yang dilihat orang lain untuk menentukan sifat dari seseorang. Baik atau buruknya tingkah laku muncul dari lingkungan seseorang tinggal; banyak sekali daerah yang melahirkan penjahat karena lingkungannya yang buruk.
Setiap negara memiliki tingkat kesopanan yang berbeda, seperti Jepang yang dipercaya memiliki tingkat kesopanan yang tinggi. Perilaku masyarakat Jepang dikenal baik karena banyak hal spiritual yang mereka tanamkan dalam dirinya dan terbawa dalam kesehariannya.
Nilai-nilai spiritual yang dibawa dalam keseharian masyarakat Jepang melahirkan budaya yang bagus. Nilai spiritual tersebut berasal dari ajaran Shinto, terutama pada konsep Kiyome dan Wa yang memiliki makna kemurnian dan keharmonisan. Masyarakat Jepang percaya saat seseorang melakukan hal yang tidak sopan, itu merupakan sebuah tindakan yang mengotori jiwa yang disebut Kegare. Perilaku tersebut dapat merusak hubungan manusia, alam, dan dewa.
Baca Juga:Misteri di Balik Lelucon Global dan 3 Fakta Unik April Mop yang Jarang DiketahuiIni 6 Rekomendasi Skuter Matic Paling Irit BBM untuk Mobilitas Harian di 2026
Ajaran dan konsep spiritual membuat masyarakat Jepang berperilaku sopan dan disiplin, seperti menjaga kebersihan serta menghormati orang lain, karena perilaku tersebut dianggap sebagai cara untuk mensucikan jiwa dan tetap dalam keselarasan hidup. Budaya membungkuk (Ojigi) dan mencuci tangan sebenarnya berasal dari tata cara penghormatan di kuil Shinto. Dengan mempraktikkannya dalam keseharian, masyarakat Jepang yakin mereka sedang menjalankan hidup yang selaras.
Nilai dan sikap tersebut menjadikan Jepang sebagai negara yang paling sopan, karena kesopanan yang dibangun tidak hanya formalitas semata, akan tetapi menjadi momen hangat yang mendalam.
kesopanan bukan sekadar aturan tertulis atau etiket kaku, melainkan pantulan dari kejernihan jiwa dan rasa hormat terhadap kehidupan. Masyarakat Jepang telah membuktikan bahwa dengan menjaga keharmonisan internal, lingkungan eksternal pun akan mengikuti secara alami. Di tengah hiruk-pikuk dunia yang kian individualis, mengambil sedikit nilai dari konsep Wa atau keharmonisan ini dapat membantu kita membangun lingkungan Jatinangor yang lebih sejuk dan saling menghargai. Mari mulai memandang sikap sopan bukan sebagai beban, melainkan sebagai cara kita mencintai diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.
