JATINANGOR EKSPRES – Minyak wijen sering dianggap sebagai bumbu ajaib yang bisa membuat masakan terasa lebih wangi dan rumahan. Namun, banyak orang salah memahami fungsi dan cara penggunaannya sehingga aromanya hilang, rasa jadi terlalu kuat, atau malah menghasilkan bau yang kurang sedap. Tanpa sadar, beberapa kesalahan umum saat memasak dengan minyak wijen justru membuat masakan gagal maksimal.
1. Minyak Wijen Sebagai Minyak Utama
Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah menggunakan minyak wijen sebagai minyak utama untuk menggoreng atau menumis dengan api besar. Minyak wijen, terutama yang berwarna gelap dan sudah disangrai, memiliki titik asap yang relatif rendah. Jika dipanaskan lama di suhu tinggi, minyak wijen mudah terbakar dan berubah menjadi pahit, serta mengeluarkan aroma sangar yang tidak enak. Karena itu, minyak wijen sebaiknya tidak digunakan untuk menggoreng dalam jumlah banyak atau sebagai minyak utama menumis bawang sampai kering.
2. Memasak Minyak Wijen di Awal
Kesalahan lain adalah memasak minyak wijen sejak awal proses memasak. Banyak orang langsung menuangkan minyak wijen di awal saat menumis bumbu, dengan harapan aroma khas Asia langsung keluar. Padahal, jika dipanaskan terlalu lama, sifat aromatiknya mudah menguap dan hilang. Hasilnya, masakan tidak terasa lebih wangi, tapi minyak wijennya sudah terlanjur tidak berbekas. Cara yang lebih tepat adalah menambahkan minyak wijen di tahap akhir, setelah bumbu atau saus sudah matang, atau cukup disiramkan di permukaan hidangan sebelum disajikan.
Baca Juga:Kenali Jenis Kentang dan Pilih yang Tepat untuk Setiap OlahanPasta Rumahan Kok Kurang Enak? Ini 6 Kesalahan Rebus yang Sering Tanpa Disadari
3. Menuang Minyak Wijen Terlalu Banyak
Banyak juga orang menggunakan minyak wijen terlalu banyak. Karena aroma minyak wijen sangat kuat, beberapa tetes saja sudah cukup untuk memberi kesan wangi sangrai pada masakan. Jika dituangkan berlebihan, rasa kacang panggang dan cita rasa asing akan menutupi rasa utama makanan, seperti sup ayam, mie, atau nasi goreng. Minyak wijen sebaiknya diperlakukan seperti parfum dapur, yaitu menuangkannya sedikit, tetapi pas penggunaannya.
4. Menggunakan Satu Jenis Wijen Untuk Semua Masakan
Kesalahan lain yang sering muncul adalah menggunakan satu jenis minyak wijen untuk semua metode. Di pasaran ada minyak wijen mentah, minyak wijen sangrai, dan minyak wijen netral yang fungsinya berbeda. Minyak wijen sangrai yang berwarna gelap lebih tepat dipakai sebagai penyedap akhir atau untuk saus, sementara minyak wijen dengan rasa netral dan titik asap lebih tinggi bisa digunakan untuk menumis atau menggoreng. Menggunakan minyak wijen sangrai untuk tumis sampai kering hanya akan membuat aromanya musnah dan menghasilkan rasa pahit.
