Salah Paham Soal Minyak Wijen? Ini 6 Kesalahan yang Wajib Dihindari

Semangkuk biji wijen diletakkan berdampingan dengan segelas minyak
Kesalahan umum dan sepele memasak menggunakan minyak wijen. (Pexels)
0 Komentar

5. Menganggap Minyak Wijen sama Seperti Minyak Goreng

Selain itu, beberapa orang menganggap minyak wijen sama dengan minyak goreng biasa dan memakainya sebatas sebagai pengganti minyak sawit atau minyak kelapa. Padahal, minyak wijen sebenarnya lebih berfungsi sebagai penetes rasa dan aroma, bukan sebagai minyak dengan kapasitas tinggi untuk menggoreng dalam jumlah besar. Melansir dair blog Dapur Umami, menyadari perbedaan fungsi dari jenis minyak wijen di pasaran akan membantu kita memakainya pada situasi yang tepat, misalnya untuk dressing salad, campuran saus, atau tetesan akhir pada mie goreng dan nasi goreng.

6. Mengabaikan Kualitas Minyak Wijen

Kesalahan umum lainnya adalah tidak memperhatikan kualitas dan kemasan minyak wijen. Minyak wijen yang sudah terlalu lama terbuka, berubah warna lebih gelap, atau berbau tengik sebaiknya tidak dipakai lagi karena kemungkinan sudah tengik atau rusak. Minyak wijen yang berkualitas biasanya dikemas rapat dan perlu disimpan di tempat sejuk, terhindar dari sinar matahari langsung.

Dengan menghindari kesalahan-kesalahan seperti: jangan menggoreng dengan api besar, gunakan secukupnya, tambahkan di akhir, dan pilih jenis yang sesuai, minyak wijen justru bisa menjadi penyempurna yang menonjolkan aroma dan rasa masakan rumahan kita, bukan bahan yang merusak hidangan.

0 Komentar