JATINANGOR EKSPRES – Jalur Cadas Pangeran kembali menjadi sorotan menyusul tingginya potensi bencana yang kerap terjadi setiap tahun. Kawasan ini dikenal rawan longsor dan pohon tumbang, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Kondisi geografis yang berbukit dan curam membuat jalur penghubung vital tersebut rentan mengalami pergerakan tanah.
Situasi ini tidak hanya mengancam keselamatan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi mengganggu arus lalu lintas di jalur utama Bandung–Cirebon.
Baca Juga:Sehari Diterjang Bencana, Jalur Cadas Pangeran Sempat Lumpuh TotalHujan Deras Picu Banjir di Sumedang Utara, 77 Jiwa Terdampak
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah mitigasi guna menekan risiko bencana di kawasan tersebut.
Upaya ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir.
Menurut Bambang, salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin kolaborasi lintas sektor, termasuk bersama TNI dan Polri.
Sinergi ini diwujudkan melalui kegiatan pemangkasan pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang di sepanjang jalur Cadas Pangeran.
Selain itu, pohon-pohon yang sudah lapuk dan berpotensi membahayakan juga turut ditebang sebagai langkah pencegahan dini.
Dengan cara tersebut, diharapkan potensi pohon tumbang dapat diminimalisir sebelum menimbulkan dampak lebih besar.
Tak hanya fokus pada vegetasi, BPBD juga bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk memastikan saluran drainase di sepanjang jalur tetap berfungsi optimal.
Baca Juga:Longsor Cadas Pangeran Tutup Jalur Bawah, Arus Dialihkan Lewat Tol dan Alat Berat DisiagakanKasat Lantas: Motor Nyalip dari Kiri, Pengendara Tewas di Tempat
Pemeliharaan drainase dinilai penting agar aliran air tidak tersumbat dan tidak memicu longsor akibat genangan.
Bambang menambahkan, perbaikan sistem drainase menjadi salah satu kunci dalam pengendalian risiko bencana, terutama saat curah hujan tinggi mengguyur kawasan tersebut.
Meski berbagai upaya telah dilakukan di tingkat daerah, BPBD Sumedang berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat. Pasalnya, kewenangan Jalur Cadas Pangeran berada di bawah pemerintah pusat.
Salah satu harapan yang disampaikan adalah pembangunan tembok penahan tebing (TPT) di titik-titik rawan longsor.
Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk memperkuat struktur tanah dan mencegah terjadinya longsor susulan.
Dengan adanya langkah terpadu dari berbagai pihak, diharapkan Jalur Cadas Pangeran dapat lebih aman dan kondusif, khususnya saat musim hujan tiba. (kos)
