Guru Honorer di Sumedang Terjerat Kasus Asusila Anak, Peneliti Soroti Lemahnya Perlindungan dan Pengawasan

Guru Honorer di Sumedang Terjerat Kasus Asusila Anak, Peneliti Soroti Lemahnya Perlindungan dan Pengawasan
Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang melibatkan seorang guru honorer sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Sumedang menyita perhatian publik. (Ilustrasi).
0 Komentar

Perbuatan tersebut tidak hanya terjadi sekali, namun berulang di beberapa lokasi berbeda, termasuk di kediaman pelaku di Kecamatan Situraja.

Antik menilai, kasus ini merupakan bagian dari fenomena child grooming, yakni proses manipulasi psikologis yang dilakukan orang dewasa untuk membangun kedekatan dengan anak, dengan tujuan eksploitasi.

“Biasanya diawali dengan bujukan atau iming-iming tertentu, lalu korban menjadi bergantung secara emosional.

Baca Juga:Majlis Ta’lim Ma’arusholihah Tanjungkerta Gelar Rihlah dan Ziarah ke Cianjur4 Manfaat Kangkung untuk Kesehatan yang Jarang Disadari

Ketika sudah terjadi hubungan, korban bisa mengalami ketergantungan tanpa menyadari bahwa itu adalah bentuk kekerasan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam banyak kasus, relasi semacam ini kerap disalahartikan sebagai hubungan suka sama suka. Padahal, menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk eksploitasi yang berawal dari manipulasi yang tidak disadari oleh korban.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa perlindungan anak harus diperkuat secara menyeluruh. Tanpa keterlibatan aktif semua pihak, potensi terulangnya kasus serupa akan terus menghantui lingkungan sosial. (kos)

0 Komentar