BPBD Sumedang Petakan Ancaman El Nino 2026, Sejumlah Kecamatan Masuk Prioritas Kekeringan

BPBD Sumedang Petakan Ancaman El Nino 2026, Sejumlah Kecamatan Masuk Prioritas Kekeringan
Kepala BPBD Kabupaten Sumedang Bambang Rianto
0 Komentar

JATINANGOR EKPRES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang mulai memetakan potensi dampak El Nino 2026 yang diperkirakan dapat memicu kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

Kepala BPBD Kabupaten Sumedang Bambang Rianto mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah antisipasi sejak dini melalui pemetaan wilayah rawan berdasarkan peta bencana, sumber air baku, curah hujan, serta prediksi musim dari BMKG.

Menurutnya, seluruh kecamatan di Kabupaten Sumedang berpotensi terdampak apabila musim kemarau berlangsung panjang.

Baca Juga:Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Sejumlah Penumpang TerjebakTNI Gadungan Penipu Pedagang Telur di Sumedang Akhirnya Ditangkap, Petualangannya Berakhir di Bandung Barat

Namun berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ada beberapa wilayah yang menjadi prioritas penanganan karena kerap mengalami kekurangan air bersih.

“Wilayah prioritas antara lain Kecamatan Jatinunggal, Surian, Buahdua, Tanjungkerta, Cibugel, Darmaraja, Ujungjaya, dan Tomo. Namun daftar ini bersifat dinamis dan terus diperbarui sesuai hasil monitoring lapangan,” ujar Bambang Rianto.

Untuk menghadapi kemungkinan krisis air bersih, BPBD telah menyiapkan sejumlah skema distribusi, mulai dari droping air menggunakan mobil tangki, penempatan tandon air komunal, kerja sama dengan PDAM maupun pihak swasta, hingga penjadwalan distribusi air berdasarkan kebutuhan desa.

Selain itu, BPBD juga tengah menyusun rencana kontinjensi kekeringan, termasuk mekanisme penetapan status siaga darurat jika indikator tertentu terpenuhi.

Dokumen tersebut akan menjadi pedoman lintas sektor dalam penanganan air bersih, kesehatan, hingga ketahanan pangan masyarakat.

Tak hanya kekeringan, ancaman kebakaran hutan dan lahan juga menjadi perhatian serius.

Karena itu, BPBD menyiapkan patroli terpadu di wilayah rawan, mengaktifkan Masyarakat Peduli Api (MPA), membuat sekat bakar sederhana, serta menggencarkan edukasi larangan membakar lahan.

Baca Juga:Tiga Kecamatan di Sumedang Jadi Sasaran Vaksin Rabies, Warga Dominan Bawa Kucing PeliharaanResep Nugget Geprek Cita Rasa Mewah dan Simpel, Pedas Gurih Bikin Nagih

Dalam upaya kesiapsiagaan, BPBD juga menggandeng sejumlah instansi seperti Dinas PUTR, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Damkar, Perhutani, TNI/Polri, pemerintah kecamatan dan desa, hingga relawan kebencanaan.

Fokus koordinasi diarahkan pada distribusi air, penanganan dampak kesehatan, dan pengamanan wilayah rawan kebakaran.

“Saat ini, sarana pendukung seperti mobil tangki air dan pompa air siap operasional,”katanya.

Sementara alat pemadam portable serta kendaraan pemadam akan dioptimalkan, disertai dukungan CSR swasta maupun bantuan provinsi dan pusat bila kondisi meningkat.

0 Komentar