JATINANGOR EKSPRES – Pemilihan warna cat rumah memang sering kali membingungkan. Pasalnya, ada banyak sekali pilihan warna elegan di luar sana, namun tidak sedikit juga varian warna yang justru berpotensi menimbulkan perspektif buruk bagi penghuni rumah.
Hingga saat ini, tidak sedikit masyarakat yang memercayai bahwa beberapa warna tertentu memang dikenal memiliki pengaruh buruk terhadap suasana hati, sehingga jarang sekali orang mau menggunakannya sebagai warna utama.
Bagi Anda yang sedang merenovasi atau membangun hunian, berikut adalah beberapa warna cat rumah yang sebaiknya harus Anda hindari menurut sisi psikologis warna dan desain interior:
1. Warna Merah (Memicu Ketegangan dan Konflik)
Baca Juga:Masih Worth It! Ini Rekomendasi iPhone Murah yang Layak Dibeli di Tahun 2026Resmi Rilis! Laptop Polytron Luxia R5 Tawarkan Spek Ryzen 5 Rp7 Jutaan dengan Proteksi Ekstra
Warna merah pada dasarnya merupakan karakteristik warna yang cerah dan bagus. Warna ini selalu dikaitkan dengan simbol keberanian serta energi yang kuat. Akan tetapi, di sisi lain sebagian orang percaya bahwa jika seseorang menggunakan warna merah secara berlebihan untuk rumah, psikologis penghuninya akan lebih mudah terpengaruh oleh rasa amarah dan konflik.
Jika ditinjau dari sudut pandang feng shui, penggunaan warna merah sebenarnya memiliki makna keberuntungan. Kendati demikian, pengaplikasian warna merah pada dinding tetap harus dijaga keseimbangannya dan tidak boleh terlalu dominan. Hal ini bertujuan agar energi yang dihasilkan di dalam ruangan tetap aman, nyaman, dan tidak berlebihan.
2. Warna Kuning (Menimbulkan Kegelisahan dan Kelelahan Mata)
Aplikasi warna kuning cerah untuk interior rumah sebaiknya dihindari. Sebagian besar orang percaya bahwa warna kuning yang pekat dapat menimbulkan perasaan gelisah, kesedihan, dan membawa energi yang kurang baik ke dalam hunian.
Secara psikologis, warna kuning memang dapat menghasilkan suasana yang hangat dan ceria jika porsinya pas. Akan tetapi, penggunaan warna kuning yang terlalu dominan justru dapat menyebabkan ketegangan pada mata (eye strain) dan rasa lelah bagi orang yang memandangnya. Selain itu, sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa bayi cenderung lebih mudah menangis di dalam ruangan dengan dominasi warna kuning terang dibandingkan saat berada di ruangan dengan warna yang lebih lembut.
