Ia menilai pembekalan yang diberikan sangat relevan dengan tantangan desa saat ini, mulai dari pengelolaan APBDes yang akuntabel, peningkatan kapasitas aparatur desa, hingga pengembangan kewirausahaan desa agar potensi lokal mampu menghasilkan nilai tambah dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Harapannya, program Kepala Desa Masuk Kampus dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kepala desa memiliki ruang belajar untuk memperkaya wawasan, bertukar pengalaman, dan menyusun strategi dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan desa. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Kemendagri, Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, serta Universitas Indonesia atas terselenggaranya program ini,” katanya.
Bagi Pemerintah Desa Sukajaya, pengalaman belajar di kampus tidak berhenti sebagai sertifikat atau dokumentasi kegiatan. Yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan yang diperoleh dapat diterjemahkan menjadi kebijakan, inovasi, dan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.(ahm)
