JATINANGOR EKSPRES – Berada di bagian barat Sumatera Selatan, Lubuklinggau berkembang sebagai kota dengan aktivitas masyarakat yang beragam. Perdagangan menjadi salah satu penggerak ekonomi, sementara di sejumlah wilayah masyarakat juga menggantungkan penghidupan dari perkebunan.
Bagi Teti Ernawati, karakter wilayah binaan yang cukup menantang menjadi bagian dari profesinya sebagai tenaga pemasar mikro atau biasa disebut Mantri BRI Unit Garuda, Branch Office Lubuklinggau. Sejak menjadi Mantri BRI pada 2017, Teti membina ratusan debitur yang tersebar di empat kelurahan, yakni Lubuk Tanjung, Tanjung Aman, Tanjung Indah, dan Watas.
Beragam usaha dijalankan para debitur tersebut, dengan perkebunan karet dan perdagangan menjadi sektor yang paling banyak didampinginya. Untuk menjangkau wilayah tersebut, Teti melakukan kunjungan secara rutin berdasarkan letak wilayah sehingga dapat bekerja produktif sekaligus memaksimalkan potensi di setiap kelurahan.
Baca Juga:Dari Gadai Emas hingga KUR Mikro, Holding Ultra Mikro Bawa Mur Dwi Astuti Sukses Jadi Petani di MeraukeBerkat Holding Ultra Mikro, Pemilik Laundry di Kalimantan Ini Sukses Kembangkan Usaha Jadi BRILink Agen
“Menjadi Mantri BRI adalah kepuasan dan kebahagiaan tersendiri karena dapat memberikan kontribusi untuk banyak kehidupan. Saya berkembang, baik untuk diri sendiri maupun orang lain, melalui interaksi langsung di lapangan. Banyak seni kehidupan yang diperoleh, dan itu membuat saya mendapatkan ilmu baru untuk menjadi lebih baik,” ujar Teti.
Dalam kunjungannya, Teti bertemu langsung dengan para pelaku usaha untuk melihat perkembangan usaha sekaligus memperoleh gambaran mengenai kebutuhan mereka. Ia membantu pelaku UMKM yang usahanya berkembang melalui pembiayaan, mendorong pelaku usaha perdagangan yang strategis menjadi BRILink Agen, serta membantu nasabah memperoleh berbagai produk dan layanan perbankan.
“Sebagai Mantri BRI, saya memilih pendekatan melalui interaksi dan komunikasi yang baik. Proses penyesuaian diri dengan kebutuhan nasabah dapat menyatukan satu tujuan yang sama. Awal mula hubungan yang baik dimulai dari cara komunikasi yang baik. Memahami kebutuhan nasabah adalah kunci bagaimana kita mengambil tindakan untuk selanjutnya,” ungkapnya.
Interaksi dengan nasabah juga membuat Teti menemukan persoalan yang tidak selalu berkaitan dengan perkembangan usaha. Di wilayah perkotaan, ia masih menjumpai nasabah yang belum memahami pentingnya menjaga data pribadi saat beraktivitas di ranah digital. Karena itu, ia turut memberikan edukasi agar nasabah lebih berhati-hati dalam menjaga informasi pribadi ketika menggunakan layanan keuangan.
