Seiring bertambahnya skala usaha, Mur juga merasakan perubahan dalam cara mengelola keuangan. Ia mengakui sebelumnya masih mengalami kesulitan mengatur keuangan usaha. Melalui pendampingan dari BRI, ia mulai belajar menyisihkan sebagian uang untuk kembali digunakan sebagai modal pada siklus tanam berikutnya.
“Soalnya kan kita ini belum bisa mengelola keuangannya. Nah, terus kita dibantu oleh BRI, jadi kita bisa simpan-simpan uangnya lebih mudah,” kata Mur.
Bagi Mur, kemampuan mengelola keuangan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha pertanian yang sangat bergantung pada musim. Tambahan modal tidak hanya membantu operasional, tetapi juga memberinya ruang untuk mengembangkan lahan secara bertahap.
Baca Juga:Berkat Holding Ultra Mikro, Pemilik Laundry di Kalimantan Ini Sukses Kembangkan Usaha Jadi BRILink AgenDorong Akselerasi Transaksi Digital, BRI RO 9 Bandung Sukses Gelar Pengundian Program BRImo Hujan Rejeki 2026
Pengalaman tersebut sekaligus menjadi perjalanan kemandirian ekonomi bagi Mur sebagai perempuan yang menekuni sektor pertanian. “Ya, yang penting kita tuh mau berusaha, pasti perempuan juga bisa,” ujarnya.
Kini, dengan lahan yang telah berkembang dari satu menjadi tiga hektare, Mur masih dihadapkan pada tantangan perubahan musim dan ketersediaan air. Namun, pengalaman memperoleh akses pembiayaan membuatnya lebih berani melihat peluang untuk mengembangkan usaha. Ia pun mengajak petani dan pelaku usaha kecil lainnya untuk tidak ragu mengambil langkah selama mampu memenuhi kewajibannya.
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan perjalanan Mur di Merauke menggambarkan bagaimana ekosistem Holding Ultra Mikro (UMi) yang terdiri dari BRI, Pegadaian, dan PNM dapat membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha secara bertahap sesuai kebutuhan dan perkembangan usahanya.
“Pengalaman Mur yang terlebih dahulu memanfaatkan gadai emas di Pegadaian, kemudian beralih memanfaatkan KUR Mikro BRI, menunjukkan adanya ruang bagi pelaku usaha untuk tumbuh dan naik kelas seiring meningkatnya kebutuhan modal” ungkapnya.
Melalui sinergi dalam Holding Ultra Mikro, BRI, Pegadaian, dan PNM terus memperkuat akses layanan keuangan bagi masyarakat ultra mikro, mikro, dan kecil. Akses tersebut diharapkan tidak hanya membantu masyarakat memperoleh pembiayaan, tetapi juga mendorong mereka mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
