BRI Beberkan Tiga Kunci UMKM Indonesia Menembus Pasar Global

Indonesia economic forum
Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. dalam Indonesia Economic Forum 2026 bertema “The Future of Indonesia’s Exports: Transforming Towards Value-Added, Competitive and Sustainable Growth”, sebuah forum yang membahas strategi memperkuat daya saing ekspor Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun, Direktur Utama DSI Luke Thomas Mahony dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Fajarini Puntodewi.
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia untuk naik kelas hingga mampu menembus pasar global. Upaya tersebut dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga penguatan kapasitas dan literasi keuangan serta pembukaan akses bisnis dan pasar internasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. dalam Indonesia Economic Forum 2026 bertema “The Future of Indonesia’s Exports: Transforming Towards Value-Added, Competitive and Sustainable Growth”, sebuah forum yang membahas strategi memperkuat daya saing ekspor Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun, Direktur Utama DSI Luke Thomas Mahony dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Fajarini Puntodewi.

Dippo mengungkapkan bahwa terdapat tiga tantangan utama yang perlu dijawab agar semakin banyak UMKM Indonesia mampu masuk ke pasar ekspor. Ketiganya adalah kapasitas usaha dan kualitas produksi, literasi keuangan, serta akses bisnis.

Baca Juga:Bawa Sport Tourism Indonesia Mendunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026Tak Sekadar Layani Transaksi Perbankan, BRILink Agen di Semarang Aktif Edukasi Masyarakat Cegah Penipuan

“Berangkat dari tiga hal tersebut, kami memberikan pembiayaan untuk membantu kapasitas, kami memberikan program pendampingan untuk membantu literasi, dan kami membuka sebesar-besarnya akses yang kami miliki untuk membantu akses bisnis dari UMKM,” ujar Dippo.

Menurutnya, pembiayaan menjadi fondasi awal bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus kualitas produknya. Kemampuan memperoleh modal memungkinkan pelaku usaha memperbesar skala bisnis, meningkatkan kapasitas produksi, serta memenuhi standar yang dibutuhkan pasar yang lebih luas.

Komitmen tersebut tercermin dari portofolio kredit BRI. Hingga akhir triwulan II 2026, kredit kepada segmen UMKM mencapai Rp1.235,4 triliun, tumbuh 8,6% secara tahunan (year-on-year/yoy). Dengan capaian tersebut, sekitar 75,1% dari keseluruhan portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group disalurkan kepada segmen UMKM.

Namun, Dippo menekankan bahwa akses pembiayaan saja belum cukup untuk membawa UMKM menembus pasar global. Pelaku usaha juga perlu memiliki literasi keuangan dan tata kelola usaha yang baik, mengingat pasar ekspor memiliki tuntutan yang lebih kompleks, termasuk transparansi keuangan dan kemampuan memenuhi standar calon buyer.

0 Komentar