JATINANGOR EKSPRES – Berawal dari berjualan gorengan, Rahmat Hidayat kini mengelola warung sembako dan usaha jual beli hasil bumi di Kampung Cilingga, Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut. Usaha yang dijalankannya sejak 2023 tersebut terus berkembang setelah Rahmat memanfaatkan KUR BRI untuk memperkuat permodalan.
“Awalnya saya hanya berjualan gorengan. Saya kemudian terinspirasi untuk mengembangkan usaha dengan memanfaatkan KUR BRI. Selain bunganya ringan, pelayanan yang saya terima juga sangat membantu. Alhamdulillah, usaha saya dapat terus berkembang hingga saat ini,” ujar Rahmat.
Perkembangan itu terlihat dari meningkatnya kapasitas persediaan barang dagangan di warung Rahmat. Dukungan permodalan KUR BRI memungkinkannya menyediakan lebih banyak jenis dan jumlah barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Jika sebelumnya ia hanya mampu menyediakan satu hingga dua dus untuk sejumlah produk, kini persediaannya dapat mencapai lebih dari jumlah sebelumnya. Jumlah pelanggan pun meningkat dari sekitar 10 orang menjadi hingga 60 orang per hari.
Baca Juga:28 titik Lokasi Akan Menerima Layanan Alfamart Sahabat Posyandu Selama Oktober 2026Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda, BRI Peduli Dukung Gerai CERDAS PeKA di Universitas Airlangga
“Setelah mendapatkan KUR BRI, persediaan barang di warung menjadi lebih banyak sehingga saya dapat melayani kebutuhan pelanggan dengan lebih baik. Penjualan juga meningkat seiring bertambahnya pelanggan yang datang setiap hari,” ungkap Rahmat.
Selain mengembangkan warung, Rahmat kini menjalankan layanan BRILink Agen yang diperkenalkan oleh petugas BRI sekitar lima bulan lalu. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi, seperti tarik tunai, pembayaran angsuran pinjaman, pengisian saldo dompet digital, pembelian pulsa, dan pembelian token listrik.
Kehadiran BRILink Agen milik Rahmat memberikan kemudahan bagi warga yang sebelumnya harus menempuh perjalanan sekitar 20 kilometer selama kurang lebih 1,5 jam menggunakan sepeda motor untuk memperoleh layanan perbankan. Selain melewati jalan yang terjal, warga juga perlu mengeluarkan biaya transportasi hingga sekitar Rp100 ribu untuk perjalanan pulang-pergi.
“Saya senang dapat membantu masyarakat memperoleh layanan perbankan dengan lebih dekat. Sebelumnya, warga harus menempuh perjalanan yang jauh, melewati jalan terjal, dan mengeluarkan biaya yang cukup besar hanya untuk menarik uang atau membayar angsuran. Sekarang, kebutuhan transaksi tersebut dapat dilakukan di sini,” kata Rahmat.
