JATINANGOR EKSPRES – Inovasi industri parfum semakin hari semakin berlomba-lomba siapa yang paling inovatif lewat produk apa yang menjadi signature seseorang yang memakainya. Berbagai macam aroma disatukan sehingga terciptanya karakteristik suatu parfum untuk diperkenalkan ke khalayak. Sebelum mencoba maupun membeli, istilah-istilah berikut seringkali muncul untuk mendeskripsikan aroma yang muncul sebagai karakteristik parfum tersebut.
Accord: gabungan dua jenis wewangian yang membuat karakter baru, contoh: floral-fruity, musky-clean, floral-aromatic, dsb.
Citrusy: Aroma yang muncul dari famili sitrus, seperti: bergamot, lemon, yuzu, neroli, lemongrass (serai), dll. Aroma sitrus memberikan kesan segar, biasanya berdampingan dengan aroma floral.
Baca Juga:Mudah Ditemukan, Ini Dia 5 Buah Antioksidan Cocok Untuk Menemani Buka Puasamu!Tetap Stylish, Berikut Salon di Jatinangor yang Ramah di Kantong Pelajar dan Mahasiswa
Fruity: Aroma yang muncul dari buah-buahan selain keluarga jeruk, sama-sama memberikan kesan segar pada parfum namun akan tercium aroma yang terkesan lebih manis. Biasanya berdampingan dan membentuk accord seperti gourmand-fruity atau floral-fruity.
Nutty: Aroma pada kacang-kacangan memberikan kesan gurih, hangat, dan sedikit manis. Biasanya memberikan detail lebih pada aroma gourmand seperti: hazelnut, pistachio, roasted almond, tonka bean, dll.
Vegetal: Aroma vegetal lebih spesifik dari green notes karena merujuk pada aroma sayuran atau tanaman berdaun lebar menjadikannya vegetal notes tercium lebih ‘mentah’, contoh: mentimun, rhubarb, green pea.
Floral: Aroma paling populer dan membuat dominan karakter suatu parfum, berasal dari serangkaian bunga baik dari kelopak sampai kuncup. Memberikan kesan romantis, lembut dan feminin.
White floral: Merupakan sub-notes dari floral namun white floral memberikan kesan lebih mewah, elegan, dan intens, contoh: ylang-ylang, melati, tuberose, frangipani, dll.
Green notes: Mengacu pada aroma rerumputan yang dipotong ataupun aroma hutan hujan, memberikan kesan segar, tajam, dan alami, seperti: mint, basil leaf, vetiver, green tea, dll.
Spicy notes: aroma rempah-rempah yang biasanya ditemukan pada makanan juga dipakai pada aroma parfum, memberikan aroma pedas, hangat, dan eksotis seperti: kayu manis, pink pepper, jahe, kapulaga (cardamom), cengkeh, dll.
Baca Juga:Kosakata yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Membeli ParfumSiapkan Sertifikasi Bahasa Ini Untuk Mendukung Dokumen Beasiswamu ke Universitas di Eropa!
Gourmand: aroma yang merujuk pada makanan manis seperti pastry, bakery, permen, cokelat, cream, praline, vanila, karamel, memberikan kesan manis dan hangat, serta menggugah selera.
