Woody: berasal dari aroma kayu alami seperti oud, sandalwood, nilam (patchoulli), cedar, memberikan kesan hangat menenangkan, dan maskulin.
Resin notes: notes ini berasal dari getah alami seperti styrax, myrrh, dll. Memberikan kesan hangat, earthy, pedas, dan misterius.
Balsamic notes: aroma yang muncul dari campuran resin dan manis sehingga menonojolkan aroma hangat, manis dan lembut. Aroma balsamic biasanya ditemukkan pada tonka, benzoin, tea tree oil, birch tar, dll.
Baca Juga:Mudah Ditemukan, Ini Dia 5 Buah Antioksidan Cocok Untuk Menemani Buka Puasamu!Tetap Stylish, Berikut Salon di Jatinangor yang Ramah di Kantong Pelajar dan Mahasiswa
Musky: memberikan aroma hangat, lembut, dan netral. Biasa ditemukan pada biji ambrette, garden angelica, ataupun musk flower.
Animalic: aroma animalic berasal dari hewan, namun di masa kini, laboratorium lebih membuatnya dari bahan sintesis tiruan agar mirip dengan ‘aroma hewan’, memberikan kesan bergairah dan liar layaknya hewan.
Clean notes: mengacu pada aroma bersih, segar, dan ringan. Biasa ditemukan pada aroma cotton, iris, aldehydes, atau wangi yang mengingatkan kita pada laundry.
Powdery: memberikan nuansa lembut/halus seperti bedak, biasa ditemukan pada iris root, vanilla, ataupun violet.
Aromatic: merupakan gabungan dari rempah dan dedaunan hijau, memberikan kesan hangat ala rempah dan ‘bersih’ seperti thyme, rosemary, sage, peppermint, dll.
Sebenarnya turunan aroma parfum terkesan relatif, tergantung pada parfum desainer yang ingin mengenalkan inovasi baru pada suatu parfum ataupun orang-orang yang memberi ulasan tentang parfum dari aroma apa yang diterima ke hidung orang tersebut.
