JATINANGOR EKSPRES, PERISTIWA – Malam yang seharusnya menjadi waktu rehat bagi setiap orang, namun lain hal nya dengan warga Cirebon. Puluhan hingga ratusan warga Cirebon berbondong-bondong mengepung sekelompok remaja yang diduga kelompok geng motor.
Sesuai dari video yang beredar, terlihat warga sudah bersedia menunggu di samping jalan sambil memegang alat seadanya sebagai senjata, (balok kayu). Hal ini di lalukan warga karena sudah sangat resah dengan tingkah sekelompok geng motor tersebut, yang terus-terusan melakukan konvoi sambil membawa SAJAM (Senjata Tajam).
Para geng motor yang merupakan pelajar ini, merasa panik dan berpencar untuk kabur dari amukan masa tersebut. Tak perduli dengan kendaraan yang tertinggal, rasa takut membuat mereka kalang kabut sampai melakukan apapun untuk bisa myenyelamatkan diri, bahkan sebagian kabur ke tempat tak terduga.
Baca Juga:Mobil Dilalap Api di Tol Purbaleunyi KM 127, Arus Lalu Lintas TergangguBerjalan Aman: Tips Menggunakan Kendaraan Dengan Aman dan Selamat
Meskipun usaha mereka untuk kabur cukup meyakinkan namun, warga tetap berhasil menangkap puluhan remaja tersebut dan sempat di amuk warga. Setelah beberapa saat akhirnya mereka di amankan pihak kepolisian ke balai desa setempat. Ketegangan tak sampai di situ saja, karena sempat ada kerusuhan saat proses evakuasi terjadi.
Warga juga tak segan-segan membakar 4 sepeda motor yang ditinggalkan oleh pemikiknya untuk kabur, terlihat motor di rusak dan di tumpuk menjadi satu sebelum akhirnya di bakar sebagai bentuk pelampiasan warga atas amarahnya.
Menurut keterangan dari pihak kepolisian, sekelompok geng motor ini rupanya hendak melakukan aksi tawuran namun gagal katena di bubarkan petugas. Mereka yang takut di tangkap pun akhirnya memilih kabur ke arah pemukiman, tapi yang tak mereka duga rupanya warga sudah menanti kedatangan mereka sampai kerusuhan ini pun terjadi.
Saat ini, Kasatres Cirebon telah mengamankan sekitar 24 pelajar yang juga hasil penangkapan warga di dua Kecamatan yang berbeda.
Aksi ini memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai media, banyak yang mendukung warga atas tindakan dan keberanian mereka, namun juga ada yang kurang setuju dengan caranya yang terbilang “anarki” dan “tak berprikemanusiaan”.
Nyatanya, peristiwa seperti ini bukan pertama kalinya terjadi. Beberapa waktu sebelum nya pun, banyak kasus serupa dengan detail yang berbeda. Warga sangat berharap pihak kepolisian bisa lebih memperketat keamanan, dan memberantas hama masyarakat seperti geng motor tersebut.
