Sakit Hati Berujung Tragis

Sakit Hati Berujung Tragis
Sakit Hati Berujung Tragis
0 Komentar

JATINANGOR EKPES – Kepolisian Resor Sumedang mengungkap kasus pembunuhan disertai dugaan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Dusun Bojong Gaul RT 02/RW 03, Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.

Seorang pria bernama Juanda alias Juan bin Hendi Rustandi (23), wiraswasta asal Dusun Dangdeur, Desa Baginda, ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka serius.

Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika menegaskan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari keluarga korban.

Baca Juga:Cara Ampuh Atasi Dehidrasi Saat Berpuasa4 Menu Takjil yang Nggak Pernah Absen

“Kami menerima laporan pada pagi hari dan langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Dalam waktu kurang dari enam jam, tersangka berhasil kami amankan,” ujar Kapolres dalam keterangan persnya.

Menurut Kapolres, hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami lima luka tusuk di bagian leher kiri, dada kiri, pundak kiri depan dan belakang, serta pinggang kiri. Selain itu, terdapat luka akibat tembakan airsoft gun di sejumlah bagian tubuh.

“Dari hasil identifikasi, ditemukan empat luka tembak gotri di kepala kiri, serta beberapa luka tembak lain di pinggang, tangan, dan pundak. Korban juga mengalami luka sayatan di kedua telapak tangan yang diduga akibat upaya menangkis serangan pelaku,” jelasnya.

Polisi menetapkan AD , seorang karyawan swasta, warga Kecamatan Sumedang Selatan.

“Peran tersangka adalah melakukan pembunuhan sekaligus mengambil barang-barang milik korban,” tegas AKBP Sandityo dalam Jumpa pers nya di Mapolres Sumedang, Senin (23/2).

Kapolres memaparkan, kejadian bermula saat tersangka meminta korban menjemputnya di daerah Pasanggrahan menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam. Tersangka kemudian mengajak korban menuju Girimukti dengan alasan bibinya hendak membeli telepon genggam secara COD.

“Modusnya, tersangka berpura-pura akan melakukan transaksi jual beli handphone. Setelah sampai di lokasi, tersangka sempat turun dari kendaraan dan mengambil pisau yang kemudian disimpan di dalam mobil,” ungkapnya.

Di dalam kendaraan itulah aksi kekerasan terjadi. Kapolres menjelaskan bahwa tersangka terlebih dahulu menodongkan airsoft gun jenis Glock-19.

Baca Juga:Rahasia Tetap Glowing Saat Puasa Pastikan Stok BBM Aman

“Tersangka menembakkan airsoft gun sebanyak empat kali ke arah korban, kemudian menusukkan sajam ke bagian dada dan bahu korban,” katanya.

0 Komentar