JATINANGOR EKPRES – Memasuki pekan kedua Ramadan, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Sumedang terpantau fluktuatif dan sulit diprediksi.
Berdasarkan pantauan pada Jumat (27/2), sejumlah komoditas mengalami kenaikan signifikan, terutama cabai dan bawang merah.
Kondisi ini dipicu keterlambatan distribusi serta terbatasnya pasokan dari daerah pengiriman, sehingga memengaruhi harga di tingkat pedagang.
Baca Juga:Tren Busana Lebaran Ramai di Medsos, Pasar Sumedang Justru Sepi PembeliArti Senja di Balik Keindahannya, Bikin Speechless!
Siti Rokaya, pedagang sayur dan bahan pokok di pasar tradisional Sumedang, mengatakan harga barang sangat bergantung pada kelancaran distribusi.
“Kalau barang telat atau lambat datangnya, pasti mahal. Sekarang itu enggak bisa ditebak harganya,” ujarnya kepada Sumeks, Jumat (27/2).
Ia menjelaskan bahwa selama Ramadan, cabai rawit (cengek) dan bawang merah menjadi komoditas yang mengalami kenaikan harga paling signifikan, bahkan harga cabai domba pun melonjak drastis dibandingkan hari-hari sebelumnya.
“cengek sama bawang ya penyebabnya karena enggak ada barang, stoknya sedikit tapi yang cari banyak. Harga cabe domba juga sama, kemarin masih Rp50.000 per kilo, sekarang sudah Rp100.000 lebih,” katanya.
Selain cabai dan bawang, sejumlah sayuran juga ikut merangkak naik akibat pasokan yang tersendat. Meski demikian, kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan tetap tinggi, khususnya sayuran mentah, tahu, dan tempe yang banyak dicari untuk menu berbuka dan sahur.
“Sebetulnya semuanya lumayan laku, tapi enggak seramai tahun kemarin. Sekarang agak sepi,” ungkap Siti. (oca)
Pedagang sayur di pasar Sumedang, Siti Rokaya, sedang melayani pembeli, Jumat (27/2). (Uci/Sumeks)
