JATINANGOR EKPRES – Ramadan tahun ini menghadirkan tren busana Lebaran yang ramai diperbincangkan di media sosial. Sejak awal puasa, banyak masyarakat sudah berburu pakaian hari raya. Namun, kondisi tersebut belum tentu terjadi di Kabupaten Sumedang, khususnya di pasar.
Memasuki pekan kedua Ramadan, penjualan pakaian sudah bisa dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Alih-alih meningkat, awal Ramadan justru membawa kabar kurang menggembirakan bagi para pedagang. Khoring, pemilik toko pakaian di pasar semi modern Sumedang, mengaku jumlah pengunjung mengalami penurunan signifikan.
Baca Juga:Arti Senja di Balik Keindahannya, Bikin Speechless!Viral di Aceh, Diduga Ratusan Siswi Keracunan Usai Makan MBG
“Sekarang paling hanya 15 sampai 20 persen dibanding tahun lalu. Tidak seramai biasanya, banyak yang cuma lihat-lihat,” ujarnya kepada Sumeks, Jumat (27/2).
Ia menjelaskan, kondisi saat ini berbeda dengan masa pandemi Covid-19. Ketika sejumlah toko sempat tutup dan pengunjung pasar menurun drastis, tokonya justru mengalami lonjakan penjualan yang cukup tinggi.
Namun setelah pandemi berakhir, jumlah pembeli perlahan menurun. Sempat stabil beberapa bulan, tetapi tahun lalu penjualan mulai merosot tajam.
“Mudah-mudahan seminggu ke depan membaik,” harapnya.
Ia menilai, pergeseran kebiasaan belanja ke toko online menjadi salah satu penyebab turunnya kunjungan ke pasar.
Dari sisi tren, musim Lebaran tahun ini menghadirkan sejumlah model dengan nama unik seperti ‘Baju Bini Orang’ yang sengaja dibuat pedagang garmen untuk menarik perhatian konsumen.
Selain itu, gamis model sweet dan abaya juga cukup diminati. Pakaian anak perempuan dan remaja, terutama atasan, menjadi kategori yang relatif lebih laris dibanding lainnya.
Khoring pun kini lebih berhati-hati dalam menambah stok. Biasanya ia mengambil barang dari Tanah Abang dua minggu sebelum puasa, namun tahun ini tidak berani belanja dalam jumlah besar.
Baca Juga:5 Tips Menghafal Al-Qur'an dengan MudahViral Mahasiswa UIN Sultan Syarif Kasim Bacok Mahasiswi Diduga Akibat Asmara
“Modal pakai uang sendiri. Kalau ngutang harus tetap bayar, jadi sekarang lebih selektif,” jelasnya. (tan)
Caption: (epa/Sumeks)
