“Forum ini harus memastikan seluruh persyaratan dapur MBG terpenuhi, termasuk perizinan seperti SLHS yang wajib ditempuh pemilik dapur. Laksanakan semuanya sesuai aturan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang solid antara mitra dapur, SPPG, dan Satgas MBG. Ia mengingatkan agar seluruh pihak mengedepankan semangat saling menguatkan.
“Kuncinya jangan saling menyalahkan, tetapi harus saling menguatkan.
Forum ini harus menjadi wahana solutif dan aplikatif dalam menyelesaikan persoalan-persoalan dapur,” ujarnya.
Baca Juga:Jelang Idulfitri, GPM Jadi Ikhtiar Tekan Harga dan Jaga Daya Beli WargaBencana Alam Datang Tanpa Permisi, Sertipikat Elektronik Jadi Pilihan karena Beri Rasa Aman
Bupati juga mengungkapkan bahwa berdasarkan instruksi Presiden Prabowo Subianto, dapur SPPG diarahkan untuk mengambil pasokan dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pemerintah Daerah, kata dia, tengah menyiapkan skema agar potensi lokal dapat terserap secara optimal.
“Kami sedang menyusun perencanaan agar KDKMP dapat menjadi pengepul dari masyarakat. Dapur membutuhkan ketersediaan dan keberlanjutan pasokan, sehingga potensi lokal harus terintegrasi dengan baik,” tambahnya.
Di akhir pertemuan, Bupati meminta agar forum turut mendorong SPPG dan pemilik dapur untuk mempublikasikan menu makanan melalui dashboard Makan Bergizi Gratis Sumedang. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan masyarakat.
“Agar masyarakat bisa melihat dan meyakini bahwa anak-anaknya mengonsumsi makanan yang sehat dan higienis. Ini juga akan mendorong kompetisi yang sehat antar dapur MBG,” pungkasnya.
