Perbuatan itu dianggap tidak sesuai dengan sikap sabar yang dianjurkan dalam menghadapi musibah.
Selain itu, kalau tangisan menyebabkan seseorang sangat lemah sampai tidak mampu menjalankan aktivitas ibadah dengan baik, maka hal itu tentu kurang baik.
Puasa bukan cuma nahan lapar dan haus, tapi juga melatih kesabaran, pengendalian diri, dan menjaga perilaku.
Baca Juga:Di Balik Menahan Lapar dan Haus, Ini Manfaat Puasa bagi KesehatanMemahami Tradisi Halal Bihalal di Indonesia dan Maknanya dalam Menjaga Silaturahmi
Sebagian orang juga khawatir kalau air mata yang masuk ke mulut saat menangis dapat membatalkan puasa.
Di dalam hal ini, para ulama menjelaskan, bahwa selama air mata itu tidak sengaja ditelan, maka tidak dapat membatalkan puasa.
Air mata yang secara tak sengaja masuk ke mulut dan tertelan biasanya jumlahnya sangat sedikit dan sulit dihindari.
Yang lebih penting dalam menjalankan puasa adalah, menjaga diri dari perbuatan yang jelas-jelas dilarang, seperti makan dan minum dengan sengaja, berkata dusta, bergunjing, atau melakukan perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa.
Nabi Muhammad pernah mengingatkan bahwa banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan haus, karena mereka tidak menjaga perilaku dan lisannya.
Karena itu, fokus utama seorang muslim saat berpuasa seharusnya adalah memperbaiki akhlak, memperbanyak ibadah, serta menjaga hati dan pikiran agar tetap tenang.
Jika seseorang menangis karena alasan tertentu, hal itu merupakan bagian dari sifat manusiawi yang tak bisa dihindarin.
Baca Juga:Tunjangan Hari Raya Lebih Bervariatif! Ini Dia Beberapa Rekomendasi THR menarik Saat Lebaran!Rekomendasi 5 Tempat Piknik di Sumedang yang Bisa Dikunjungi Saat Libur Panjang Lebaran
Tangisan merupakan reaksi emosional yang wajar, bahkan bisa bernilai ibadah kalau dilakukan karena mengingat Allah atau menyesali dosa.
Yang harus dihindari adalah tangisan yang disertai dengan meratap berlebihan atau perilaku yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Selama seseorang tetap menjaga adab dan gak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, maka puasanya tetap sah dan tetap bernilai di sisi Allah.
