JATINANGOR EKSPRES– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sumedang pada Rabu (8/4/2026) sore sekitar pukul 18.00 WIB, menyebabkan luapan Sungai Cipeles dan aliran sungai lainnya hingga merendam permukiman warga di Dusun Panjeleran, Desa Padasuka, Kecamatan Sumedang Utara.
Kepala BPBD Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto, menyampaikan bahwa banjir terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang disertai petir, sehingga debit air sungai meningkat drastis dan meluap ke area permukiman warga.
“Curah hujan yang cukup tinggi pada sore hari menyebabkan aliran sungai meluap dan merendam rumah warga di Dusun Panjeleran,” ujar Bambang.
Baca Juga:Longsor Cadas Pangeran Tutup Jalur Bawah, Arus Dialihkan Lewat Tol dan Alat Berat DisiagakanKasat Lantas: Motor Nyalip dari Kiri, Pengendara Tewas di Tempat
Berdasarkan data BPBD, sedikitnya 28 kepala keluarga dengan total 77 jiwa terdampak banjir yang tersebar di beberapa RT di RW 01. Di antaranya RT 02, RT 03, dan RT 04 dengan puluhan rumah warga terendam.
Selain permukiman, banjir juga berdampak pada fasilitas umum seperti Masjid Al Hikmah dan Tempat Pengajian Anak (TPA). Tak hanya itu, sejumlah kendaraan milik warga serta hewan ternak seperti domba dan bebek turut terdampak genangan air.
Bambang menambahkan, pihak BPBD bersama aparat Desa Padasuka, TNI, dan Polri langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen serta penanganan awal pascakejadian.
“Petugas telah melakukan peninjauan dan berkoordinasi dengan aparat setempat guna memastikan kondisi warga serta kebutuhan mendesak di lapangan,” katanya.
Hingga pukul 20.15 WIB, kondisi air dilaporkan mulai surut. Meski demikian, warga kini membutuhkan bantuan untuk pembersihan material lumpur yang terbawa banjir, termasuk suplai air bersih menggunakan tangki.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Sumedang dan sekitarnya. (kos)
