JATINANGOR EKSPRES – Tubuh manusia terdiri dari 50% – 70% air dengan rata-rata 60% yang menyebabkan dehidrasi menjadi ancaman utama untuk tubuh. Kegiatan yang menguras tenaga secara berlebih akan menghabiskan cairan yang banyak, contohnya ibadah haji. Rangkaian ibadah haji dilaksanakan dalam 5-6 hari, akan tetapi tradisi di Indonesia sering memakan waktu 20-25 hari karena jamaah mengunjungi dan berziarah ke tempat-tempat tertentu.
Dehidrasi menyerang saat tubuh kehilangan banyak cairan dibanding yang didapatkan sehingga mengganggu fungsi normal tubuh. Dehidrasi tidak bisa kita sepelekan meskipun bisa kita obati atau cegah dengan air putih, sebab dehidrasi bisa menyebabkan kelelahan berlebih, pusing, hingga gangguan ginjal.
Gejala awal dehidrasi seperti haus, mulut kering, kulit kering, dan urine yang berwarna lebih gelap. Gejala ini harus kita ketahui sebagai bekal untuk diri sendiri dan pengetahuan untuk orang lain. Berikut aturan meminum air putih untuk mencegah dehidrasi:
Minum di waktu yang tepat
Baca Juga:Sarapan Hemat dan Seru 3 Resep Roti Sobek Lembut yang Bisa Dibuat Bareng KeluargaTrik Mengolah Terasi Tanpa Bau Menyengat yang Mengganggu Ruangan
- Minum 1–2 gelas setelah bangun tidur untuk menggantikan cairan yang hilang selama tidur.
- Minum 1 gelas sebelum dan sesudah makan untuk membantu pencernaan dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
- Minum 1–2 gelas saat merasa lelah untuk menyegarkan tubuh.
- Minum 1–2 gelas sebelum dan sesudah beraktivitas fisik untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
- Minum 1–2 gelas sebelum tidur agar tubuh tetap terhidrasi saat tidur.
- Perbanyak minum air saat sedang sakit untuk membantu proses pemulihan dan mencegah dehidrasi.
- Ibu hamil dan menyusui dianjurkan minum hingga 16 gelas per hari karena kebutuhan cairannya meningkat.
Minum sesuai kebutuhan
Setiap kondisi memengaruhi jumlah konsumsi air putih, seperti orang dewasa yang normal membutuhkan air sekitar 2 liter. Berbeda dengan ibu hamil yang membutuhkan air dengan jumlah 16 gelas per hari, dan begitu juga saat kita menghadapi cuaca yang ekstrem.
menjaga kesehatan fisik adalah bagian dari bentuk ketaatan dalam beribadah. Tanpa tubuh yang terhidrasi dengan baik, fokus dan stamina kita akan menurun, sehingga momen-momen sakral yang seharusnya dijalani dengan khusyuk bisa terhambat oleh gangguan kesehatan. Di tengah perjalanan jauh atau cuaca yang tidak menentu, jadikanlah kebiasaan minum air putih sebagai ritme harian yang tidak boleh terlewatkan. Karena dengan tubuh yang segar, perjalanan spiritual Anda akan terasa lebih bermakna dan berkesan.
