JATINANGOR EKPRES – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sumedang melalui bidang Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemberdayaan Masyarakat dan Dunia Usaha, terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi pencegahan kebakaran dini kepada masyarakat. Kegiatan tersebut kali ini dilaksanakan di Desa Padasuka, Kecamatan Sumedang Utara.
Kasi Bidang Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemberdayaan Masyarakat dan Dunia Usaha, Taufik Harisma, S.Sos., mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi kebakaran.
“Program ini baru kami jalankan, sehingga semangatnya juga harus baru. Kami ingin mengedukasi masyarakat secara langsung agar memahami langkah-langkah pencegahan kebakaran sejak dini,” ujar Taufik.
Baca Juga:Pembangunan KDMP di Desa Girimukti Capai 70 PersenMahasiswa Jabar di Kairo Titip Pesan untuk Dedi Mulyadi, Minta Bertemu Langsung
Ia menjelaskan, pelaksanaan sosialisasi diawali dengan koordinasi bersama pihak Kecamatan Sumedang Utara yang kemudian ditinsak lanjuti Kasi Trantib kecamatan diteruskan ke desa dan kelurahan. Hingga pertengahan April 2026, kegiatan serupa telah dilaksanakan di sekitar tujuh desa di wilayah tersebut dan kali ini yang ke delapan.
Adapun tujuan dan sasaran utama kegiatan ini adalah masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang kerap beraktivitas di dapur dan berinteraksi dengan peralatan rumah tangga seperti kompor gas dan instalasi listrik.
Dalam sosialisasi tersebut, warga diberikan pemahaman mengenai pentingnya penanganan awal kebakaran sebelum api membesar. Taufik menekankan adanya waktu krusial antara 3 hingga 5 menit sebelum terjadi flash over atau kondisi api membesar secara cepat.
“Di waktu tersebut, masyarakat harus mampu melakukan pemadaman awal, baik menggunakan alat modern seperti APAR maupun alat sederhana seperti handuk basah, karung, atau selimut yang dibasahi,” jelasnya.
Menurutnya, kemampuan penanganan awal sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.
Melalui kegiatan ini, Damkar berharap kapasitas dan pemahaman masyarakat terhadap bahaya kebakaran serta langkah pencegahannya dapat meningkat. Dengan demikian, masyarakat diharapkan lebih sigap dan mandiri dalam menangani kebakaran tahap awal.
“Harapannya masyarakat menjadi lebih berdaya, memiliki pengetahuan yang cukup untuk mencegah dan menangani kebakaran sebelum situasi semakin memburuk,” pungkas Taufik. (ahm)
