JATINANGOR EKSPRES – Pengguna kendaraan bertenaga listrik mulai menjamur di Indonesia. Bahkan, Royal Enfield resmi merilis kendaraan roda dua bertenaga listrik, Flying Flea C6, yang akan masuk ke pasar Indonesia dan difokuskan untuk penggunaan medan kota.
Royal Enfield selalu membuat motor dengan desain klasik modern, dan Flying Flea C6 menjadi salah satu yang mengikuti zaman. Flying Flea C6 terinspirasi dari Flying Flea era 1940-an, akan tetapi dengan sentuhan yang lebih modern. Motor ini hanya memiliki bobot sebesar 124 kg, menggunakan velg ukuran 19 inci dengan ban yang memiliki ketinggian 823 mm.
Flying Flea C6 memiliki kapasitas baterai sebesar 3,91 kWh dan menghasilkan tenaga 15,4 kW dengan torsi 60 Nm serta torsi roda sebesar 400 Nm. Motor listrik ini bisa menempuh jarak dengan kecepatan maksimal sejauh 115 km/jam dengan akselerasi yang sangat singkat, yaitu 3,7 detik.
Baca Juga:Hemat BBM Saat Perjalanan Jauh! Berikut 5 Strategi Jitu Agar Touring Tetap Seru Tanpa BorosPenjaga Tubuh yang Terabaikan! 3 Makanan Alami untuk Merawat Kesehatan Ginjal
Motor listrik Flying Flea C6 ini sangat fleksibel dalam hal pengisian. Pasalnya, pengisian bisa disesuaikan dengan keinginan pemilik; untuk pengisian sampai 80 persen hanya membutuhkan waktu kurang lebih 60 menit dan bisa dilakukan di rumah dengan kekuatan listrik 16A.
Fitur pada motor listrik ini tak kalah menarik, dimulai dari layar TFT 3,5 inci, Wi-Fi, Bluetooth, navigasi, pembaruan OTA, konektivitas 4G, cornering ABS, hingga cruise control.
kehadiran Flying Flea C6 bukan sekadar tentang perpindahan dari bahan bakar fosil ke tenaga listrik, melainkan tentang menjaga identitas sejarah di tengah modernisasi. Royal Enfield berhasil membuktikan bahwa teknologi ramah lingkungan tidak harus terlihat kaku atau membosankan.
