JATINANGOR EKSPRES – Memasuki bulan April, tentu kita tidak asing dengan Hari Kartini yang dirayakan oleh para perempuan di Indonesia. Kartini, yang memiliki nama lengkap Raden Ajeng Kartini (1879–1904), adalah pahlawan nasional Indonesia dan pelopor emansipasi wanita pribumi yang memperjuangkan kesetaraan hak, khususnya dalam pendidikan.
Kartini lahir di Jepara. Ia dikenal melalui surat-suratnya yang dibukukan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang, yang berisi pemikiran maju tentang pendidikan perempuan dan kritik sosial terhadap adat kolonial.
Banyak sekali film yang merepresentasikan sosok perempuan revolusioner.
Berikut beberapa film yang cocok untuk kamu tonton saat menyambut Hari Kartini tanggal 21 April nanti:
1. Kartini (2017)
Baca Juga:Menyentuh Batin! Idgitaf Rilis Single Terbaru Mungkin di Depan Buram", Sebuah Perjalanan SpiritualUpdate Formasi! Klaim Kode Redeem FC Mobile Eksklusif 17 April 2026, Banjir Gems dan Pemain Ikonik
Film ini mengisahkan perjuangan Kartini sebagai salah satu pahlawan wanita di Indonesia yang menggagaskan bahwa wanita pantas untuk mendapatkan pendidikan tinggi, tidak hanya laki-laki saja. Kartini berjuang mendapatkan kesetaraan hak bagi semua orang, khususnya hak pendidikan untuk para wanita. Film ini penuh dengan nuansa emosional yang tinggi, di mana Kartini bahkan harus berani bersikap kritis terhadap tradisi keluarganya demi kesetaraan tersebut.
2. 3 Srikandi (2016)
Film ini menceritakan tentang perjuangan tiga atlet pemanah tanah air, yakni Nurfitriyana, Lilies, dan Kusuma. Film tersebut berkisah tentang keberhasilan mereka meraih medali perak pertama bagi Indonesia di ajang Olimpiade Seoul 1988. Ini adalah bukti nyata ketangguhan wanita Indonesia di kancah olahraga internasional.
3. Gadis Kretek (2023)
Serial ini menceritakan tokoh Jeng Yah yang memiliki mimpi besar untuk menciptakan racikan saus kretek terbaik. Namun, Jeng Yah menghadapi berbagai kendala, salah satunya adalah budaya patriarki yang kental. Ia sempat dilarang memasuki ruang saus karena adanya mitos bahwa kehadiran wanita akan merusak cita rasa racikan tersebut.
4. Budi Pekerti (2023)
Budi Pekerti menceritakan kisah Bu Prani, seorang guru Bimbingan Konseling (BK) yang video pertengkarannya dengan pengunjung pasar menjadi viral di media sosial. Kejadian tersebut menyebabkannya terancam dikeluarkan dari sekolah dan berdampak besar pada karier serta ketenangan hidup keluarganya akibat perundungan digital.
Semangat Kartini tidak berhenti pada kebaya yang kita kenakan setiap tanggal 21 April. Semangat itu terus mengalir melalui karya, prestasi, dan keberanian para perempuan Indonesia dalam mendobrak batasan zaman. Dari lapangan panahan hingga ruang laboratorium, dari dunia pendidikan hingga industri kreatif, sosok “Kartini masa kini” adalah mereka yang berani bermimpi dan memperjuangkan martabatnya.
