JATINANGOR EKPRES – Upaya menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Sumedang.
Salah satunya melalui kegiatan Gebyar Sembako Duafa dan Gerakan Pangan Murah yang digelar serempak dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-448 Sumedang.
Untuk wilayah Sumedang Barat, kegiatan dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Tanjungsari, Selasa (21/04/2026).
Baca Juga:PMK Mulai Mengancam Sumedang, Pasar Hewan Tanjungsari Perketat Pengawasan5 Aktor Drama China Tertampan dan Berprestasi Paling Populer Tahun 2026
Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan di Wilayah I yang meliputi enam kecamatan, yakni Tanjungsari, Sukasari, Jatinangor, Pamulihan, Cimanggung, dan Rancakalong.
Camat Tanjungsari, Agus Beni Triadi, mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak agar program sosial seperti ini terus berkelanjutan dan tepat sasaran.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan bantuan disalurkan kepada masyarakat. Sebanyak 239 paket sembako diberikan kepada warga duafa di enam kecamatan.
Selain itu, bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu) dari PMI Kabupaten Sumedang juga diserahkan kepada salah satu warga di Desa Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari.
Tak hanya itu, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR turut disalurkan kepada 26 penerima manfaat, yang tersebar di Desa Margajaya dan Desa Jatisari.
Bantuan lain seperti program Nyaah Ka Indung berupa paket sembako juga diberikan kepada delapan penerima.
Baca Juga:Kisah Inspiratif Siti Berhenti Sekolah Demi Menjadi Tulang Punggung Keluarga5 Manfaat Jagung yang Jarang Disadari, Sangat Bagus untuk Kesehatan!
Dukungan terhadap kelompok rentan juga tampak melalui penyaluran alat bantu dengar oleh Dinas Sosial kepada warga Desa Margaluyu.
Seluruh kecamatan yang terlibat pun turut ambil bagian aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, menyebut kegiatan ini sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama di momentum hari jadi daerah.
Ia menilai operasi pasar murah dan gerakan pangan murah menjadi langkah strategis dalam menekan dampak kenaikan harga kebutuhan pokok.
Melalui program ini, masyarakat dapat membeli sembako dengan harga jauh lebih murah, bahkan hingga setengah dari harga pasar.
Kondisi tersebut disambut antusias oleh warga yang merasa terbantu di tengah fluktuasi harga bahan pokok.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen untuk terus menghadirkan program serupa yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi warga melalui sinergi lintas sektor. (kos)
