JATINANGOR EKSPRES – Setiap anak tentunya memiliki kemampuan dan bakat unik di dalam dirinya. Sebagai orang tua, memberikan yang terbaik mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga masa depan adalah prioritas utama. Akan tetapi, sering kali metode pendekatan yang digunakan justru membuat sang anak merasa tidak nyaman.
Menurut penelitian, metode pendekatan untuk menunjang tumbuh kembang, bakat, dan kemampuan anak sebenarnya cukup sederhana, yaitu dengan menciptakan rasa aman dan nyaman. Hal ini sangat krusial bagi pembentukan kepercayaan diri dan ketahanan mental anak.
Untuk membentuk karakter tersebut, orang tua perlu menerapkan metode pengasuhan yang tepat seperti berikut ini:
1. Jangan Sekadar Menilai
Baca Juga:Rahasia Kulit Putih Bersinar dengan Bahan Alami, Ampuh dan Lebih Aman dari Skincare KimiaWaspada! Inilah Daftar Buah yang Harus Dibatasi Penderita Diabetes
Cobalah Memahami Apapun hasil yang dicapai anak, baik atau buruk, orang tua harus selalu memberikan apresiasi terhadap proses dan usaha yang telah mereka lakukan. Jangan hanya fokus menilai hasilnya saja. Apresiasi yang tulus akan menumbuhkan kepercayaan diri karena bagi anak, pengakuan dari orang tua adalah hal yang sangat berkesan.
2. Bijak dalam Merespon Emosi
Saat anak menangis atau rewel, orang tua sering kali refleks berkata “tidak apa-apa” atau menyuruh mereka tenang saat marah. Padahal, saat anak mengeluarkan emosi, sebaiknya kita mencoba memahami mereka. Biarkan anak belajar mengelola perasaannya sendiri alih-alih langsung meredakannya secara paksa. Menemani anak saat emosi mereka sedang naik-turun akan menumbuhkan perasaan aman yang mendalam.
3. Memberikan Ruang untuk Berpendapat
Saat anak bercerita atau berpendapat, baik itu masuk akal maupun tidak, dengarkanlah tanpa terburu-buru memberikan komentar. Berkomentar terlalu cepat dapat membuat anak merasa tidak diberi ruang untuk mendefinisikan pikiran dan perasaannya sendiri. Anak yang perasaannya sering diabaikan berisiko tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri dengan pendapatnya sendiri.
4. Tidak Semua Hal Harus Direspon
Rasa sayang sering kali mendorong orang tua untuk menjelaskan dan mengoreksi anak secara berlebihan. Faktanya, tidak semua tindakan anak harus direspon secara langsung, bahkan saat mereka menghadapi masalah. Cobalah sesekali membiarkan anak mencari solusi atas permasalahannya sendiri. Hal ini penting agar anak belajar mendengarkan isi hati dan pikirannya secara mandiri.
