JATINANGOR EKSPRES – Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah merupakan amalan yang dilaksanakan pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah. Puasa sunnah tersebut sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW, bahkan keutamaan luar biasa dari puasa tersebut telah disebutkan secara jelas di dalam hadisnya:
“Barangsiapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan, untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun.”
Selain itu, Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan khusus bagi umat muslim yang menunaikan Puasa Arafah dalam hadis sahih riwayat Muslim:
Baca Juga:Hati-Hati! 5 Faktor Ini Bisa Membuat Anda Tidak Lolos Tahap Medical Check Up (MCU)Tips Persiapan Sebelum Medical Check Up (MCU) agar Hasil Akurat dan Memuaskan
“Puasa Arafah (9 Zulhijah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).
Bagi Anda yang berniat melaksanakannya, berikut adalah bacaan niat serta ulasan lengkap mengenai keutamaan kedua puasa sunnah tersebut:
Bacaan Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma yaumi arafata sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta’ala.”
3 Keutamaan Utama Melaksanakan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Melaksanakan kedua puasa sunnah di awal bulan Dzulhijjah ini mendatangkan pahala dan keberkahan yang melimpah, di antaranya:
1. Pengampunan Dosa yang Melimpah
Menjalankan puasa di hari Arafah menjadi ladang penggugur dosa bagi umat muslim. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: “Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim).
2. Waktu yang Mustajab untuk Berdoa
Hari-hari tersebut merupakan waktu yang sangat mustajab untuk memohon kepada Allah SWT. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk memperbanyak zikir saat melaksanakan puasa Arafah dan Tarwiyah, khususnya melafalkan kalimat tauhid:
“La ilaaha illallaah wahdahuu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli sya-in qadiir.” (HR. Tirmidzi).
3. Dijauhkan dari Api Neraka
Hari Arafah menjadi momen di mana Allah SWT banyak memberikan ampunan dan kebebasan bagi hamba-Nya dari siksa numen. Rasulullah SAW menegaskan hal ini dalam sebuah hadis: “Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba-hamba dari api neraka lebih banyak daripada pada hari Arafah.” (HR. Muslim).
